Latihan Pretest PPG Pedagogik Penjas

Soal Latihan Pretest PPG Penjas Materi Pedagogik

Soal Latihan Pretest PPG Penjas Materi Pedagogik – Hai sobat bloggers, kali ini kita akan membahas contoh contoh soal latihan pretest PPG Penjas untutuk materi pedagogik. Soal yang akan bloggers berikan mengacu pada kisi-kisi Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) sebagai hasil evaluasi akhir para peserta PPG, baik untuk kompetensi pedagogik maupun profesional.

Untuk soal dan pembahasan kompetensi pedagogik yang akan bloggers bahas kali ini disusun untuk menilai dan mengevaluasi kemampuan peserta PPG dalam (1) merencanakan pembelajaran yang mendidik, (2) merancang penilaian, menilai, dan mengevaluasi pembelajaran dan (3) mengadaptasi dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Berikut bloggers sajikan beberapa contoh soal latihan pretest PPG Penjas untuk materi pedagogik

Soal Latihan Pretest PPG Penjas Nomer 16

Indikator Essensial

Penggunaan metode dalam pembelajaran PJOK

Soal

16. Guru yang menugaskan siswa untuk membentuk Tim dengan identitas tim, nama tim, susunan

pemain, desain seragam dapat dikatakan menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif

dengan tujuan di bawah ini, KECUALI:

A. Belajar akademik

B. Penerimaan terhadap keragaman

C. Pengembangan keterampilan olahraga

D. Pengembangan keterampilan social

E. Pengembangan kemampuan penyelesaian masalah

Kunci Jawaban

Kunci: C

Pembahasan

Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning merupakan istilah umum untuk sekumpulan stra tegi pengajaran yang dirancang untuk mendidik kerja sama kelompok dan interaksi antarsiswa. Tujuan pembelajaran kooperatif setidak-tidaknya meliputitiga tujuan pembelajaran, yaitu hasil belajar aka demik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial. Strategi ini berlandaskan pada teori belajar Vygotsky (1978, 1986) yang menekankan pada interaksi sosial sebagai sebuah mekanisme untuk mendukung perkembangan kognitif.

Selain itu, metode ini juga didukung oleh teori belajar information processing dan cognitive theory of learning. Dalam pelaksanaannya metode ini membantu siswa untuk lebih mudah memproses informasi yang diperoleh, karena proses encoding akan didukung dengan interaksi yang terjadi dalam pembelajaran kooperatif. Pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif dilandasakan pada teori cognitive karena menurut teori ini interaksi bisa mendukung pembelajaran.

Metode pembelajaran kooperatif learning mempunyai manfaat-manfaat yang positif apabila diterapkan di ruang kelas. Beberapa keuntungannya antara lain: mengajarkan siswa menjadi percaya pada guru, kemampuan untuk berfi kir, mencari informasi dari sumber lain dan belajar dari siswa lain; mendorong siswa untuk mengungkapkan idenya secara verbal dan membandingkan dengan ide temannya; dan membantu siswa belajar menghormati siswa yang pintar dan siswa yang lemah, juga menerima perbedaan ini.

Soal Latihan Pretest PPG Penjas Nomer 17

Indikator Essensial

Penggunaan gaya dalam pembelajaran PJOK

Soal

17. Dalam pembelajaran lempar lembing, guru memberikan handout tentang teknik melakukannya.

Baca Juga  Mengulas Teks Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda 1928

Siswa mempelajari dan mempraktikan sendiri keterampilannya. Gaya mengajar tersebut termasuk

gaya mengajar …

A. Komando

B. Timbal balik

C. Alat bantu

D. Inisiasi siswa

E. Konvergen

Kunci Jawaban

Kunci: A

Pembahasan

Jenis-jenis Gaya mengajar

Gaya A: Komando (Command). Tujuan dari gaya ini adalah untuk mempelajari cara mengerjakan tugas dengan benar dan dalam waktu yang singkat, mengikutisemua keputusan yang dibuat oleh guru. Dalam model ini semua aktivitas pembelajaran, keterlaksanaannya hanya dan sangat tergantung pada guru. Dapat dikatakan peserta didik ’akan bergerak’ hanya bila gurunya memerintahkannya untuk bergerak. Situasi demikian menyebabkan peserta didik pasif dan tidak diperkenankan berinisiatif. Akibatnya peserta didik tidak mampu mengembangkan kreativitas, khususnya kreativitas dalam bergerak. Hakikat: respon langsung terhadap stimulus. Penampilan harus akurat dan cepat. Model sebelumnya direplikasi.

Gaya B: Latihan (Practice). Gaya ini memberikan siswa untuk berlatih secara individu dan mandiri, serta menyediakan guru waktu untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada siswa secara individu dan pribadi. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Dalam model tugas, guru mendelegasikan sebagian kewenangannya pada peserta didik. Guru memberikan tugas belajar gerak, idealnya secara tertulis berupa kartu tugas, peserta didik diberi kesempatan dan kewenangan untuk menentukan sendiri kecepatan dan kemajuan belajarnya.

Gaya C Timbal Balik (Resiprocal). Pada gaya ini, siswa bekerja dengan temannya dan memberikan umpan balik kepada temannya itu, berdasarkan criteria yang ditentukan oleh guru. Hakikat: siswa bekerja sama dengan teman; menerima umpat balik langsung; mengikutikriteria yang dirancang guru; dan mengembangkan umpan balik dan keterampilan bersosialisasi.

Gaya D: Evaluasi Diri (Shelfcheck). Tujuan dari gaya ini adalah untuk memahami cara mengerjakan tugas dan memeriksa atau mengevaluasi pekerjaan sendiri. peserta didik mengukur sendiri kinerjanya berdasar kriteria gerak yang diberikan. Hakikat: Siswa mengerjakan tugas secara individu dan mandiri, memberikan umpan balik untuk dirinya sendiri dengan menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh guru.

Gaya E: Inklusi (Inclusion). Tujuan dari gaya ini adalah untuk memahami cara memilih tugas atau kegiatan yang bisa ditampilkan dan memberikan tantangan untuk mengevaluaisi pekerjaan sendiri.

Dalam hal ini penentuan tingkat kemampuan ditentukan sendiri oleh peserta didik yang bersangkutan. Mengingat beragamnya tingkat kemampuan peserta didik dan sebagai konsekuensi dari pemberian kebebasan bagi peserta didik untuk menentukan sendiri di tahap kesulitan mana dia akan belajar, maka pelaksanaan model ini memerlukan kelengkapan dan kecukupan sarana dan prasarana. Hakikat: Tugas yang sama dirancang menggunakan level kesulitan yang berbeda. Siswa menentukan level terendah tugas mereka dan berlanjut pada level berikutnya.

Gaya F: Penemuan Terpandu (Guided Discovery). Tujuan dari gaya ini adalah untuk menemukan konsep dengan menjawab serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh guru. Hakikat: dengan menanyakan serangkaian pertanyaan dengan spesifi k, secara sistematik akan menuntun siswa untuk menemukan target yang ditetapkan dan belum diketahui sebelumnya oleh siswa.

Gaya G: Penemuan Konvergen. Pada gaya ini, siswa mencari solusi dari masalah dan belajar untuk mengklarifi kasi isu dan menghasilkan kesimpulan dengan menggunakan prosedur yang logis, beralasan, dan berpikir kritis. Hakikat: guru mengajukan pertanyaan. Struktur instrinsik dari tugas atau pertanyaan membutuhkan satu jawaban tepat. Siswa terlibat dalam kegiatan berfi kir (atau kegiatan kognitif lainnya) dan berusaha mencari satu jawaban atau solusi yang tepat.

Baca Juga  Tutorial MOOC Orientasi PPPK, Download Tutorialnya

Gaya H: Penemuan Mandiri/Produksi (Divergen). Tujuan gaya ini adalah untuk melibatkan siswa untuk memproduksi atau menghasilkan respon ganda terhadap satu pertanyaan. Hakikat: siswa terlibat dalam memproduksi respon divergen terhadap atu pertanyaan. Struktur instrinsik tugas tau pertanyaan memberikan peluang respon ganda. Respon ganda tersebut dinilai dengan prosedur Mungkin-Terlihat-Menarik (Possible-Feasible-Desirable procedure), atau dengan aturan verifi kasi dari disiplin yang diberikan.

Gaya I: Program Rancangan Individu Siswa (Individual Programme). Tujuan gaya ini adalah untuk merancang, mengembangkan, dan menampilkan serangkaian tugas yang disusun ke dalam program pribadi dengan berkonsultasi dengan guru. Hakikat: Siswa merancang, mengembangkan, dan menampilkan serangkaian tugas yang disusun ke dalam program pribadi. Siswa memilih topik, mengidentifi kasi pertanyaan, mengumpulkan data, mencari jawaban, dan menyusun informasi. Siswa memilih area tema umum.

Gaya J: Inisiasi Siswa. Tujuan gaya ini adalah agar siswa mampu menginisiasi atau memprakarsai pengalaman belajarnya, merancangnya, menampilkannya, danmengevaluasinya, bersama-sama dengan guru berdasarkan kriteria yang telah disepakatisebelumnya. Hakikat: Siswa memprakarsai gaya yang ia lakukan baik satu kegiatan maupun serangkaian kegiatan. Siswa mempunyai pilihan untuk memilih gaya manapun di dalam Spektrum. Siswa harus mengenal deretan gaya yang terdapat dalam Spektrum.

Gaya K: Melatih Diri (Shelf Teaching). Gaya ini memberikan siswa kesempatan untuk membuat keputusan maksimal tentang pengalaman belajarnya tanpa adanya campur tangan langsung guru. Gaya ini sangat jarang digunakan di sekolah. Gaya ini sangat cocok dikembangkan sebagai hobi atau kegiatan hiburan. Hakikat: siswa memprakarsai pengalaman belajarnya sendiri, merancangnya, menampilkannya, dan mengevaluasinya. Siswa memutuskan seberapa besar ikut campur gurunya

Soal Latihan Pretest PPG Penjas Nomer 18

Indikator Essensial

Penggunaan media dan alat bantu, serta Iptek pembelajaran PJOK

Soal

18. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani, guru membawa miniatur lapangan sepak bola. Hal ini

sebagai upaya guru untuk memberi pengalaman yang lebih konkret kepada siswa-siswa yang tidak

pernah mengalami secara langsung seperti apa lapangan tersebut sesungguhnya. Miniatur lapangan

sepak bola adalah media dalam bentuk:

A. Obyek nyata

B. Model

C. Kunjungan ke lapangan

D. Materi cetak

E. Audio-visual

Kunci Jawaban

Kunci: B

Pembahasan

Jika obyek nyata adalah apa yang sesungguhnya, maka model adalah representasi dari obyek nyata tersebut (Heinich, Molenda, dan Russell, 2002). Model adalah juga media yang kerap dijumpai. Sering ju ga pendidik kita menyebutnya sebagai alat peraga. Jamak kita jumpai guru menggunakan globe untuk merepresentasikan bumi. Atau menggunakan manekin untuk menyajikan tubuh manusia. Ketimbang ujud aslinya, model bisa jadi lebih besar dari obyek sesungguhnya untuk memberikan detail-detail pada obyek atau lebih kecil agar memungkinkan untuk dibawa ke ruang kelas.

Pemberian detail atau mengurangan detail atas suatu obyek sangat dimungkinkan untuk tujuan pembelajaran. Model juga bisa memiliki kesamaan ukuran dengan apa yang direpresentasikan. Boleh jadi suatu obyek dijadikan model ka rena sulit untuk menggunakan obyek aslinya; apakah itu terlalu mahal, terlalu berbahaya jika diekspos kepada peserta didik, atau melanggar hukum. Selain itu, ada juga model yang dapat dirangkai untuk membelajarkan bagian-bagian dari keseluruhan obyek atau sebuah proses yang terjadi pada obyek tersebut.

Baca Juga  Download Soal Latihan Pretest PPG Penjas

Soal Latihan Pretest PPG Penjas Nomer 19

Indikator Essensial

Menggunakan TIK untuk mendukung pembelajaran PJOK

Soal

19. Video pembelajaran yang memuat langkah-langkah guling depan akan memudahkan guru dalam

pembelajaran senam karena video memiliki sifat:

A. Tingkat kerealistisan yang tinggi

B. Kemampuan manipulasi ruang

C. Kemampuan manipulasi waktu

D. Represetasinya hampir nyata

E. Semua jawaban benar

Kunci Jawaban

Kunci: E

Pembahasan

Sebagai salah satu bentuk media audio visual, video memiliki tingkat kerealitisan yang tinggi. Coba ingat kembali teori pengalaman belajar dari Edgar Dale. Video merepresentasikan suatu peristiwa secara hampir nyata, karena setidaknya memberikan pengalaman visual dan auditorial. Saya menduga, akan banyak guru yang lebih tertarik menggunakan media video untuk membantu pembelajaran mereka ketimbang jenis media lain karena kerealistisannya. Namun sesungguhnya, video memiliki ciri unik melebihi dari sekedar bisa dilihat dan didengar.

Ciri unik video menurut Heinich, Molenda, dan Russel (2002) adalah kemampuan video dalam memanipulasi perspektif ruang dan waktu. Manipulasi di sini artinya rekayasa suatu obyek/kejadian/peristiwa dengan cara mengubahnya (menambah, mengurangi, memperbesar, memperkecil, menghilangkan) sebagian atau keseluruhan sesuatu tersebut. Memanipulasi ruang dan waktu ini bagi industri fi lm adalah berkah, karena fi lm dapat dibuat dengan cara-cara yang dramatik dan kreatif. Bagi guru, manipulasi ruang dan waktu dapat berperan penting dalam pembelajaran.

Soal Latihan Pretest PPG Penjas Nomer 20

Indikator Essensial

Pemecahan masalah pembelajaran PJOK melalui penelitian

Soal

20. Berikut ini langkah awal dalam melakukan tindakan kelas.

A. Merencanakan

B. Melakukan eksperimen laboratorium

C. Melakukan tindakan

D. Refl eksi

E. Observasi

Kunci Jawaban

Kunci: A

Pembahasan

Penelitian tindakan kelas atau biasa disingkat sebagai PTK merupakan jenis penelitian yang sangat khas. Salah satu ciri khas penting pada PTK adalah adanya siklus-siklus dan pada setiap siklus ini terdapat 4 tahapan yang mesti dilalui. Adapun keempat tahap itu adalah:

(1) plan (merencanakan); (2) act (tindakan); (3) observe (observasi); dan (4) refl ect (berpikir refl ektif atau refl eksi).

Tahapan-tahapan tersebut akan menunjang sebuah siklus PTK. Model apapun yang digunakan dalam metode penelitian tindakan kelas pada prinsipnya selalu menggunakan 4 tahapan tersebut, baik secara tersirat maupun secara langsung tertulis pada bagian metodologinya. Plan (Merencanakan). Pada sebuah penelitian tindakan kelas, penelitiyang merupakan seorang guru setelah menemukan permasalahan di dalam kelas atau pembelajarannya, maka pada ia dapat memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui sebuah kegiatan penelitian.

Demikian tadi pembahasan Soal Pretest PPG Penjas yang dapat bloggers sajikan, untuk contoh lainnya, sobat dapat membacanya pada artikel-artikel lain yang ada di bloggers.

Latihan Soal Pretest PPG Penjas Materi Pedagogik nomer 11 – 15

Soal Pretest PPG Pedagogik Penjas Materi Pedagogik nomer 6 – 10

Latihan Pretest PPG Pedagogik Penjas Materi Pedagogik nomer 1-5

Semoga dapat bermanfaat bagi sobat semuanya yang sedang mempersiapkan diri menghadapi pretest PPG dalam Jabatan. dan semoga mendapatkan hasil yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *