Sejarah Singkat Peristiwa Hari Raya Idul Adha

Sejarah Singkat Peristiwa Hari Raya Idul Adha

Sejarah Singkat Peristiwa Hari Raya Idul Adha – Assalamualaikum bloggers mania, salam sejahtera dan sehat selalu bagi sobat bloggers semunya diamanpun berada yang akan menyambut serta merayakan hari raya Idul Adha 1443 H pada tahun ini.

Idul Adha merupakan salah satu hari raya umat Islam yang jatuh pada setiap tanggal 10 Zulhijah. Hari Raya Idul Adha juga disebut sebagai Lebaran Haji atau Hari Raya Kurban. Mengapa disebut demikian, karena pada 10 Zulhijah, umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji dan melaksanakan rukun haji terakhirnya dengan penyembelihan kurban.

Pada perayaan hari Idul Adha, umat Muslim berkumpul pada pagi hari untuk melaksanakan salat ied secara berjamaah di lapangan maupun di masjid, dan dilanjutkan prosesi penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba, bagi yang mampu. Hewan kurban yang telah disembelih kemudian disalurkan kepada masyarakat umum sebagai sarana ketakwaan kepada Allah SWT. Lalu, bagaimana sejarah Hari Raya Idul Adha dalam agama Islam?

Ketakwaan Nabi Ibrahim AS

Hari Raya Idul Adha tidak akan pernah lepas dari kisah ketakwaan Nabi Ibrahim AS yang rela melakukan pengorbanan putranya yaitu Nabi Ismail AS atas perintah Alloh SWT. Idul Adha memperingati ujian serta keteguhan keimanan paling berat yang pernah diterima Nabi Ibrahim AS. Dalam sejarah Islam, Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang kaya raya tetapi tidak lalai dalam taatnya kepada Alloh SWT.

Menurut sejarah, Nabi Ibrahim AS memiliki 1.000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 unta. Harta yang cukup melimpah pada masanya. Bahkan, riwayat lain mengatakan bahwa jumlah ternak Nabi Ibrahim mencapai 12.000 ekor. Suatu hari, Nabi Ibrahim AS ditanya oleh seseorang, terkait pemilik ternak sebanyak itu.

Baca Juga  Jawaban Ayo, Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 207

Nabi Ibrahim menjawab bahwa ternak tersebut adalah milik Alloh yang akan ia berikan semuanya apabila Alloh menghendaki. Bahkan, Nabi Ibrahim AS mengaku, ia pun akan memberikan putra kesayangannya, Nabi Ismail AS, apabila Alloh juga menghendaki.

Pernyataan Nabi Ibrahim itulah yang kemudian digunakan oleh Alloh untuk mengujinya keimanannya. Alloh menguji iman dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS dengan memintanya melalui mimpi untuk menyembelih putra kesayangannya yaitu Nabi Ismail AS, yang masih berusia tujuh tahun.

Meski telah lama menantikan kehadiran anak dan akhirnya memiliki Ismail di usia lanjut, Nabi Ibrahim mendahulukan dan menaati perintah Alloh. Dengan sangat berat hati, Nabi Ibrahim AS berusaha membulatkan tekad dan membuang keraguan demi menaati perintah Alloh SWT.

Keihlasan Nabi Ismail AS

Perintah Alloh tersebut juga didukung oleh Nabi Ismail sendiri, yang meminta ayahnya mengayunkan pisau sambil berpaling, supaya tidak melihat wajahnya. Ketika Nabi Ibrahim siap melaksanakan perintah Alloh untuk menyembelih Nabi Ismail di Padang Arafah, tiba-tiba datang firman Alloh SWT. Alloh SWT meminta Nabi Ibrahim AS untuk menghentikan niatnya dan menggantinya dengan menyembelih seekor kambing.

Diriwayatkan bahwa malaikat pun kagum dengan ketaatan dan pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS untuk membuktikan kesetiaan dan ketakwaannya kepada Alloh SWT. Alloh juga telah meridai Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang telah bertawakal.

Penutup

Demikianlah sejarah singkat peristiwa Idul Adha yang identik dengan penyembelihan hewan kurban. Selain itu, peristiwa hidup yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS dan keluarganya menjadikan lahirnya Kabah sebagai kiblat umat muslim dalam ibadah haji.

Pastikan untuk selalu berbagi informasi kepada keluarga, saudara maupun sahabat Anda agar lebih banyak yang memperoleh manfaatnya. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Baca Juga  Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 213

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *