Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 103

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 103

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 103 — Halo Sobat Bloggers, kali ini kita akan membahas tentang “Ayo Kita Selesaikan” IPA kelas 9 semester 1 halaman 103. Dengan adanya pembahasan ini diharapkan Sobat Bloggers dapat memahami tentang tahapan metamorfosis.

Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 103

Lengkapilah Tabel 2.10 dengan menggambarkan tahapan ataupun memberikan gambar!

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 103

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa saja tahap metamorfosis sempurna pada hewan?
  2. Apa perbedaan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna?
  3. Kesimpulan apa yang dapat disusun dari kegiatan yang telah kamu lakukan?

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 103

Tabel 2.10 tahapan metamorfosis

NoKeterangan
1Metamorfosis pada nyamuk tergolong metamorfosis sempurna, karena proses petumbuhan nyamuk mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa mengalami perubahan bentuk tubuh yang berbeda.
2Tahapan metamorfosis pada belalang ialah:
a. telur
b. nimfa
c. belalang
Metamorfosis pada belalang termasuk tipe metamorfosis tidak sempurna.
3Metamorfosis pada kupu-kupu termasuk tipe metamorfosis sempurna.
4Metamorfosis pada kecoak termasuk tipe metamorfosis tidak sempurna.

Menjawab pertanyaan

  1. Tahap metamorfosis sempurna pada hewan, misalnya pada hewan nyamuk yaitu telur, larva, pupa, nyamuk.
  2. Perbedaan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna terletak pada perubahan bentuk pada pertumbuhan dan perkembangannya. Pada metamorfosis sempurna perubahan bentuk tubuh tampak jelas perbedaannya, sebelum hewan menjadi dewasa terdapat tahap yang dilalui yaitu tahap ulat dan pupa, sedangkan pada metamorfosis tidak sempurna sebelum hewan mencapai dewasa telur yang menetas melalui tahap nimfa.
  3. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa metamorfosis adalah perubahan bentuk pada setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan hewan. Metamorfosis dibagi menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Tahukah Kamu

  1. Ketika serbuk sari yang tidak sesuai (tidak berasal dari tumbuhan yang sejenis) melekat pada kepala putik (stigma) maka serbuk sari tidak akan berkecambah membentuk buluh serbuk sari sehingga proses pembuahan atau fertilisasi tidak dapat terjadi. Bagaimana ini dapat terjadi? Ternyata serbuk sari yang berasal dari tumbuhan lain tidak dapat melekat dengan kuat pada kepala putik. Tahukah kamu mengapa hal ini dapat terjadi? Cobalah ingat materi tarik menarik antara molekul, yaitu adhesi dan kohesi. Gaya tarik­ menarik antara molekul yang berbeda atau adhesi pada serbuk sari dengan kepala putik pada tumbuhan yang berbeda jenis amat lemah, sehingga menyebabkan serbuk sari mudah lepas dari kepala putik. Selain itu, pada permukaan serbuk sari terdapat senyawa kimia berupa lipid (lemak) dan protein termasuk enzim. Senyawa kimia ini akan bereaksi dengan senyawa kimia pada kepala putik. Jika serbuk sari tidak cocok, maka reaksi kimia dalam serbuk sari terhambat. Akibatnya, serbuk sari tidak dapat berkecambah membentuk buluh serbuk sari.
Baca Juga  Jawaban Bacaan Kisah Putri Tangguk Kelas 4 Tema 8

  1. Ukuran biji anggrek sangat kecil, hampir menyerupai tepung. Kecilnya ukuran ini menyebabkan jumlah cadangan makanan dalam biji juga sangat sedikit, sehingga sangat sulit bagi biji anggrek untuk tumbuh. Biji anggrek dapat tumbuh jika kondisi lingkungan cukup lembap dan dibantu oleh jenis jamur tertentu yang dikenal dengan mikoriza. Rendahnya daya tumbuh biji anggrek inilah yang menyebabkan anggrek cukup langka. Para peneliti dan petani anggrek telah mengembangkan teknik perkembangbiakan anggrek dengan menggunakan kultur jaringan untuk mengatasi permasalahan perkembangbiakan pada anggrek. Tunas atau biji anggrek yang telah diambil kemudian ditanam pada medium agar-agar yang berisi nutrisi dan zat pengatur tumbuh. Biji anggrek dapat tumbuh lebih cepat dan lebih banyak melalui cara tersebut. Setelah proses penanaman, biji anggrek akan mengalami tahap pengakaran atau tumbuhnya akar. Tumbuhnya akar menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Selanjutnya, dilakukan pemisahan biji yang telah mengalami pengakaran atau yang disebut plantlet. Plantlet akan tumbuh menjadi tanaman anggrek dengan struktur organ yang lengkap, yaitu akar, batang, dan daun. Jika telah memiliki struktur  emikian, tanaman anggrek dapat dikeluarkan dari botol kultur dan ditanam pada media dalam pot. Tanaman anggrek terlebih dahulu harus ditempatkan pada ruangan atau disebut dengan proses aklimatisasi, yang bertujuan agar tanaman anggrek yang baru dapat mengenali kondisi di luar botol kultur. Jika akar tanaman anggrek telah tumbuh kuat, maka tanaman anggrek siap dipindahkan ke media tanam yang baru dan dapat ditanam di luar ruangan.

  1. Serangga dapat bermanfaat bagi tumbuhan dan manusia tetapi ada pula serangga yang menjadi hama. Hama dapat dikendalikan secara efektif dengan menggunakan insektisida. Sayangnya, beberapa serangga dapat berkembang dan menjadi tahan terhadap insektisida atau resisten terhadap insektisida. Keadaan ini biasanya timbul sebagai akibat penggunaan satu jenis insektisida secara terus­menerus dalam waktu yang cukup lama. Racun pada insektisida dapat membunuh hama dan dapat pula membahayakan makhluk hidup bukan hama. Berbagai cara untuk melakukan pengendalian biologis terhadap hama telah dikembangkan dan diuji. Pengendalian biologis terhadap hama dilakukan dengan bantuan berbagai jenis bakteri, jamur, dan virus. Makhluk hidup parasit dan pemberian predator alami bagi hama juga berhasil dilakukan untuk mengendalikan hama tertentu. Dikembangkan pula metode pengendalian hama dengan melibatkan hama jantan. Hama jantan diberi perlakuan tertentu sehingga tidak dapat melakukan perkembangbiakan. Cara lain dengan diberikan suatu bahan kimia tertentu yang dapat mengganggu perilaku perkembangbiakan hama.
Baca Juga  Jawaban Topik B, Kini Aku Menjadi Lebih Tertib!

Rangkuman

  1. Tumbuhan dan hewan dapat melakukan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual.
  2. Reproduksi aseksual adalah perkembangbiakan tumbuhan atau hewan tanpa melewati proses fertilisasi. Perkembangbiakan aseksual menggunakan organ tubuh ataupun bagian tubuh hewan ataupun tumbuhan.
  3. Reproduksi seksual adalah perkembangbiakan yang melalui proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel kelamin betina (sel telur).
  4. Reproduksi aseksual alami tumbuhan Angiospermae dengan menggunakan rhizoma, stolon, umbi lapis, umbi batang, kuncup adventif daun, dan anakan. Perkembangbiakan aseksual buatan dapat dilakukan melalui cangkok, merunduk, menyambung, menempel, dan setek. Perkembangbiakan seksual merupakan cara perkembangbiakan yang melibatkan sel kelamin dan fertilisasi. Perkembangbiakan seksual pada tumbuhan melibatkan sel kelamin berupa sel sperma yang dihasilkan oleh serbuk sari dan sel telur yang dihasilkan oleh putik.

  1. Reproduksi pada tumbuhan Gymnospermae secara seksual melalui penyerbukan dan pembuahan yang terjadi pada strobilus. Perkembangbiakan aseksual terjadi melalui tunas akar pada tumbuhan pinus dan bulbil pada tanaman pakis haji.
  2. Tumbuhan paku (Pteridophyta) mengalami tahap gametofit dan sporofit. Perkembangbiakan seksual terjadi pada tahap gametofit yaitu dengan dihasilkannya sel kelamin. Sel kelamin jantan dan betina yang dihasilkan akan mengalami fertilisasi. Tahapan selanjutnya ialah tahap sporofit, yaitu dimulai ketika zigot hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang dapat menghasilkan spora. Perkembangbiakan aseksual pada tumbuhan paku dapat melalui rhizoma.
  3. Tumbuhan Lumut (Bryophyta) mengalami perkembangbiakan seksual dan aseksual pada satu kali perkembangan hidupnya. Perkembangbiakan seksual dengan menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, yaitu pada tahap gametofit. Pada tahap sporofit tumbuhan lumut menghasilkan spora. Perkembangbiakan lumut secara aseksual dapat melalui gemmae dan fragmentasi.

  1. Teknologi perkembangbiakan pada tumbuhan meliputi vertikultur, hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.
  2. Hewan dapat melakukan perkembangbiakan aseksual melalui tunas, fragmentasi, dan partenogenesis.
  3. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya hewan yang berkembang biak secara seksual dibagi menjadi hewan vivipar, ovipar, dan ovovivipar.
  4. Beberapa hewan dapat mengalami tahap perkembangbiakan seksual dan tahap perkembangbiakan aseksual dalam satu kali perkembangan hidup, misalnya pada ubur­-ubur.
  5. Beberapa hewan dapat mengalami metamorfosis atau perubahan struktur tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Metamorfosis dapat digolongkan menjadi metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
  6. Teknologi perkembangbiakan pada hewan misalnya melalui inseminasi buatan.
Baca Juga  Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 8 Halaman 112

Nah, itu dia pembahasan Ayo Selesaikan IPA kelas 9 semester 1 halaman 103 tentang tahapan metamorfosis. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat membantu Sobat Bloggers semua.

Baca juga

Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 9 Halaman 72

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 73

Jawaban Ayo Kita Pikirkan IPA Kelas 9 Halaman 76

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 77

Jawaban Ayo Kita Pikirkan IPA Kelas 9 Halaman 80

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 81

Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 9 Halaman 88

Jawaban Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 92

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 95

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *