Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 66

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 66

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 66 — Halo Sobat Bloggers, kali ini kita akan membahas tentang “Ayo Kita Lakukan” IPA kelas 9 semester 1 halaman 66. Dengan adanya pembahasan ini diharapkan Sobat Bloggers dapat memahami tentang cara penyerbukan bunga.

Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 66

Aktivitas 2.3 Menginvestigasi Cara Penyerbukan Bunga

Apa yang kamu perlukan?

  1. Alat tulis
  2. Kertas manila
  3. Kamera (jika ada)

Apa yang harus kamu lakukan?

  1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 4–5 orang.
  2. Berkelilinglah di lingkungan sekolah atau di lingkungan rumahmu, tulislah beberapa bunga yang kamu temui dan catatlah hasil pengamatanmu pada Tabel 2.4.
Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 66

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Carilah informasi pada buku, majalah, artikel, atau bertanyalah pada orang yang kamu anggap tahu, berdasarkan karakteristik bunga yang kamu amati, apa sajakah perantara yang membantu penyerbukan bunga?
  2. Apakah kamu menemukan tumbuhan yang dapat melakukan penyerbukan tanpa bantuan apa pun?
  3. Kesimpulan apa yang dapat disusun berdasarkan kegiatan yang telah kamu lakukan?

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 66

Tabel 2.4 data hasil pengamatan penyerbukan bunga

NoNama TumbuhanBagian yang Perlu DiamatiPembantu Penyerbukan
1Bunga matahariWarna mahkota: berwarna kuning cerah Ukuran mahkota: besar Keberadaan madu: memiliki madu Bentuk serbuk sari: serbuk sari mudah menempelLebah
2Bunga cangkringWarna mahkota : berwarna cerah Keberadaan madu: memiliki maduBurung
3Bunga melatiWarna mahkota: putih cerah Keberadaan madu: memiliki madu dan harumSerangga seperti semut
4Rumput ilalangBunga tidak bermahkota dan tidak berwarna Ukuran bunga kecil dan ringan Bertangkai panjangAngin

Menjawab pertanyaan

  1. Berdasarkan karakteristik bunga yang diamati, perantara yang membantu penyerbukan bunga yaitu angin dan hewan, seperti lebah, burung, dan semut.
  2. Tidak. Tumbuhan membutuhkan bantuan untuk melakukan proses penyerbukan.
  3. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa setiap tumbuhan membutuhkan bantuan untuk melakukan proses penyerbukan. Bantuan dapat diperoleh dari burung, serangga, dan angin.
Baca Juga  Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 175

Tahukah Kamu

  1. Ketika serbuk sari yang tidak sesuai (tidak berasal dari tumbuhan yang sejenis) melekat pada kepala putik (stigma) maka serbuk sari tidak akan berkecambah membentuk buluh serbuk sari sehingga proses pembuahan atau fertilisasi tidak dapat terjadi. Bagaimana ini dapat terjadi? Ternyata serbuk sari yang berasal dari tumbuhan lain tidak dapat melekat dengan kuat pada kepala putik. Tahukah kamu mengapa hal ini dapat terjadi? Cobalah ingat materi tarik menarik antara molekul, yaitu adhesi dan kohesi. Gaya tarik­ menarik antara molekul yang berbeda atau adhesi pada serbuk sari dengan kepala putik pada tumbuhan yang berbeda jenis amat lemah, sehingga menyebabkan serbuk sari mudah lepas dari kepala putik. Selain itu, pada permukaan serbuk sari terdapat senyawa kimia berupa lipid (lemak) dan protein termasuk enzim. Senyawa kimia ini akan bereaksi dengan senyawa kimia pada kepala putik. Jika serbuk sari tidak cocok, maka reaksi kimia dalam serbuk sari terhambat. Akibatnya, serbuk sari tidak dapat berkecambah membentuk buluh serbuk sari.

  1. Ukuran biji anggrek sangat kecil, hampir menyerupai tepung. Kecilnya ukuran ini menyebabkan jumlah cadangan makanan dalam biji juga sangat sedikit, sehingga sangat sulit bagi biji anggrek untuk tumbuh. Biji anggrek dapat tumbuh jika kondisi lingkungan cukup lembap dan dibantu oleh jenis jamur tertentu yang dikenal dengan mikoriza. Rendahnya daya tumbuh biji anggrek inilah yang menyebabkan anggrek cukup langka. Para peneliti dan petani anggrek telah mengembangkan teknik perkembangbiakan anggrek dengan menggunakan kultur jaringan untuk mengatasi permasalahan perkembangbiakan pada anggrek. Tunas atau biji anggrek yang telah diambil kemudian ditanam pada medium agar-agar yang berisi nutrisi dan zat pengatur tumbuh. Biji anggrek dapat tumbuh lebih cepat dan lebih banyak melalui cara tersebut. Setelah proses penanaman, biji anggrek akan mengalami tahap pengakaran atau tumbuhnya akar. Tumbuhnya akar menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Selanjutnya, dilakukan pemisahan biji yang telah mengalami pengakaran atau yang disebut plantlet. Plantlet akan tumbuh menjadi tanaman anggrek dengan struktur organ yang lengkap, yaitu akar, batang, dan daun. Jika telah memiliki struktur  emikian, tanaman anggrek dapat dikeluarkan dari botol kultur dan ditanam pada media dalam pot. Tanaman anggrek terlebih dahulu harus ditempatkan pada ruangan atau disebut dengan proses aklimatisasi, yang bertujuan agar tanaman anggrek yang baru dapat mengenali kondisi di luar botol kultur. Jika akar tanaman anggrek telah tumbuh kuat, maka tanaman anggrek siap dipindahkan ke media tanam yang baru dan dapat ditanam di luar ruangan.
Baca Juga  Jawaban Uji Kompetensi IPA Kelas 8 BAB 1 Halaman 66

  1. Serangga dapat bermanfaat bagi tumbuhan dan manusia tetapi ada pula serangga yang menjadi hama. Hama dapat dikendalikan secara efektif dengan menggunakan insektisida. Sayangnya, beberapa serangga dapat berkembang dan menjadi tahan terhadap insektisida atau resisten terhadap insektisida. Keadaan ini biasanya timbul sebagai akibat penggunaan satu jenis insektisida secara terus­menerus dalam waktu yang cukup lama. Racun pada insektisida dapat membunuh hama dan dapat pula membahayakan makhluk hidup bukan hama. Berbagai cara untuk melakukan pengendalian biologis terhadap hama telah dikembangkan dan diuji. Pengendalian biologis terhadap hama dilakukan dengan bantuan berbagai jenis bakteri, jamur, dan virus. Makhluk hidup parasit dan pemberian predator alami bagi hama juga berhasil dilakukan untuk mengendalikan hama tertentu. Dikembangkan pula metode pengendalian hama dengan melibatkan hama jantan. Hama jantan diberi perlakuan tertentu sehingga tidak dapat melakukan perkembangbiakan. Cara lain dengan diberikan suatu bahan kimia tertentu yang dapat mengganggu perilaku perkembangbiakan hama.

Rangkuman

  1. Tumbuhan dan hewan dapat melakukan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual.
  2. Reproduksi aseksual adalah perkembangbiakan tumbuhan atau hewan tanpa melewati proses fertilisasi. Perkembangbiakan aseksual menggunakan organ tubuh ataupun bagian tubuh hewan ataupun tumbuhan.
  3. Reproduksi seksual adalah perkembangbiakan yang melalui proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel kelamin betina (sel telur).
  4. Reproduksi aseksual alami tumbuhan Angiospermae dengan menggunakan rhizoma, stolon, umbi lapis, umbi batang, kuncup adventif daun, dan anakan. Perkembangbiakan aseksual buatan dapat dilakukan melalui cangkok, merunduk, menyambung, menempel, dan setek. Perkembangbiakan seksual merupakan cara perkembangbiakan yang melibatkan sel kelamin dan fertilisasi. Perkembangbiakan seksual pada tumbuhan melibatkan sel kelamin berupa sel sperma yang dihasilkan oleh serbuk sari dan sel telur yang dihasilkan oleh putik.
Baca Juga  Ayo, Kita Cari Tahu IPA Kelas 8 Halaman 19

  1. Reproduksi pada tumbuhan Gymnospermae secara seksual melalui penyerbukan dan pembuahan yang terjadi pada strobilus. Perkembangbiakan aseksual terjadi melalui tunas akar pada tumbuhan pinus dan bulbil pada tanaman pakis haji.
  2. Tumbuhan paku (Pteridophyta) mengalami tahap gametofit dan sporofit. Perkembangbiakan seksual terjadi pada tahap gametofit yaitu dengan dihasilkannya sel kelamin. Sel kelamin jantan dan betina yang dihasilkan akan mengalami fertilisasi. Tahapan selanjutnya ialah tahap sporofit, yaitu dimulai ketika zigot hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang dapat menghasilkan spora. Perkembangbiakan aseksual pada tumbuhan paku dapat melalui rhizoma.
  3. Tumbuhan Lumut (Bryophyta) mengalami perkembangbiakan seksual dan aseksual pada satu kali perkembangan hidupnya. Perkembangbiakan seksual dengan menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, yaitu pada tahap gametofit. Pada tahap sporofit tumbuhan lumut menghasilkan spora. Perkembangbiakan lumut secara aseksual dapat melalui gemmae dan fragmentasi.

  1. Teknologi perkembangbiakan pada tumbuhan meliputi vertikultur, hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.
  2. Hewan dapat melakukan perkembangbiakan aseksual melalui tunas, fragmentasi, dan partenogenesis.
  3. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya hewan yang berkembang biak secara seksual dibagi menjadi hewan vivipar, ovipar, dan ovovivipar.
  4. Beberapa hewan dapat mengalami tahap perkembangbiakan seksual dan tahap perkembangbiakan aseksual dalam satu kali perkembangan hidup, misalnya pada ubur­-ubur.
  5. Beberapa hewan dapat mengalami metamorfosis atau perubahan struktur tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Metamorfosis dapat digolongkan menjadi metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
  6. Teknologi perkembangbiakan pada hewan misalnya melalui inseminasi buatan.

Nah, itu dia pembahasan Ayo Lakukan Tahu IPA kelas 9 semester 1 halaman 66 tentang cara penyerbukan bunga. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat membantu Sobat Bloggers semua.

Baca juga

Jawaban Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 15

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 15

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 30

Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 9 Halaman 31

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 39

Jawaban Uji Kompetensi IPA Kelas 9 BAB 1 Halaman 47

Jawaban Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 54

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 58

Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 9 Halaman 62

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 64

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *