Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 58

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 58

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 58 — Halo Sobat Bloggers, kali ini kita akan membahas tentang “Ayo Kita Lakukan” IPA kelas 9 semester 1 halaman 58. Dengan adanya pembahasan ini diharapkan Sobat Bloggers dapat memahami tentang perkembangbiakan pada tumbuhan.

Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 58

Aktivitas 2.1 Menyelidiki Perkembangbiakan pada Beberapa Tumbuhan

Apa yang akan kamu lakukan?

Kamu akan mengamati cara perkembangbiakan beberapa jenis tumbuhan dan organ­organ tumbuhan yang berperan dalam proses perkembangbiakan.

Apa yang kamu perlukan?

  1. Delapan buah gelas plastik bekas, polibag, atau pot kecil
  2. Tanah
  3. Air
  4. Pisau/alat pemotong
  5. Lidi
  6. Tanaman iler (Coleus), tanaman cocor bebek, tanaman Begonia, dan tanaman bawang merah.
  7. Jika kamu tidak menemukan tanaman tersebut, kamu dapat menggantinya dengan tanaman lain yang ada di sekitarmu.
Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 58

Mintalah bantuan orang tuamu untuk mencari tanaman yang diperlukan dalam percobaan jika kamu merasa kesulitan.

Apa yang harus kamu lakukan?

ƒ Perlakuan pada Tanaman Cocor Bebek, Begonia, dan Iler (Coleus)

  1. Masukkan tanah ke dalam sembilan gelas plastik dengan volume yang sama pada masing­masing gelas.
  2. Potonglah bagian daun, batang, dan akar ketiga tanaman.
  3. Tancapkan daun, batang, dan akar setiap tanaman pada tanah yang terdapat dalam gelas plastik tersebut. Kemudian siramlah potongan tanaman tersebut dengan air.
  4. Amatilah dengan cermat bagian tumbuhan yang telah kamu tanam setiap 2 hari sekali selama 2 minggu. Jangan lupa menyirami potongan tanaman tersebut dengan air setiap 2 hari.
  5. Catatlah dengan teliti hasil pengamatanmu pada Tabel 2.2.

Berhati­hatilah saat menggunakan alat pemotong, baik pisau maupun gunting agar tidak melukai diri sendiri dan orang lain! Amati dengan cermat bagian tanaman yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan!

ƒ Perlakuan pada Bawang Merah

  1. Isilah dua gelas plastik bekas dengan air dengan volume yang sama pada masing­masing gelas plastik.
  2. Potonglah tanaman bawang merah menjadi dua bagian yaitu bagian umbi dan bagian daun.
  3. Tusuklah umbi dan daun bawang merah menggunakan lidi.
  4. Letakkan umbi dan daun bawang merah tersebut pada gelas plastik yang telah diisi air dan pastikan bahwa ada bagian dari umbi dan daun yang terendam air.
  5. Perhatikan Gambar 2.8 untuk memudahkan melakukan langkah 3 – 4!
  1. Lakukan pengamatan terhadap bagian tumbuhan yang telah kamu tanam selama dua minggu. Kamu perlu melakukan pengamatan dua hari sekali pada setiap percobaanmu.
  2. Catatlah hasil pengamatanmu pada Tabel 2.2.
Baca Juga  Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 8 Halaman 3

Data Hasil Pengamatan

Apa yang perlu kamu diskusikan?

  1. Tumbuhan manakah yang berkembang biak dengan akar?
  2. Tumbuhan manakah yang dapat berkembang biak dengan menggunakan batang?
  3. Tumbuhan manakah yang dapat berkembang biak dengan menggunakan daun?
  4. Apakah ada tanaman yang tidak tumbuh? Apa penyebab tidak terjadinya pertumbuhan pada tanaman yang kamu amati?
  5. Kesimpulan apa yang dapat disusun dari aktivitas yang telah kamu lakukan?

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 58

Data Hasil Pengamatan

Tabel 2.2 data hasil pengamatan menyelidiki perkembangbiakan pada beberapa tanaman

Jenis TanamanColeus  Cocor Bebek  Begonia  Bawang Merah  
Bagian TanamanABDABDABDABD
2           
4           
6           
8        
10       
12       
14       

Jawaban apa yang perlu kamu diskusikan

  1. Tumbuhan yang berkembang biak dengan akar adalah begonia.
  2. Tumbuhan yang dapat berkembang biak dengan menggunakan batang adalah coleus, begonia, dan bawang merah.
  3. Tumbuhan yang dapat berkembang biak dengan menggunakan daun adalah cocor bebek.
  4. Tidak ada tanaman yang tidak tumbuh. Semua tanaman tumbuh dengan waktu yang berbeda-beda untuk setiap jenis tanaman.
  5. Berdasarkan aktivitas yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa, perkembangbiakan vegetatif pada tanaman dapat terjadi melalui akar, batang, dan daun. Perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan juga dapat dilakukan dengan bantuan manusia.

Tahukah Kamu

  1. Ketika serbuk sari yang tidak sesuai (tidak berasal dari tumbuhan yang sejenis) melekat pada kepala putik (stigma) maka serbuk sari tidak akan berkecambah membentuk buluh serbuk sari sehingga proses pembuahan atau fertilisasi tidak dapat terjadi. Bagaimana ini dapat terjadi? Ternyata serbuk sari yang berasal dari tumbuhan lain tidak dapat melekat dengan kuat pada kepala putik. Tahukah kamu mengapa hal ini dapat terjadi? Cobalah ingat materi tarik menarik antara molekul, yaitu adhesi dan kohesi. Gaya tarik­ menarik antara molekul yang berbeda atau adhesi pada serbuk sari dengan kepala putik pada tumbuhan yang berbeda jenis amat lemah, sehingga menyebabkan serbuk sari mudah lepas dari kepala putik. Selain itu, pada permukaan serbuk sari terdapat senyawa kimia berupa lipid (lemak) dan protein termasuk enzim. Senyawa kimia ini akan bereaksi dengan senyawa kimia pada kepala putik. Jika serbuk sari tidak cocok, maka reaksi kimia dalam serbuk sari terhambat. Akibatnya, serbuk sari tidak dapat berkecambah membentuk buluh serbuk sari.
Baca Juga  Latihan Soal PTS/UTS Kelas 5 dan Jawaban Tema 6 ST 1

  1. Ukuran biji anggrek sangat kecil, hampir menyerupai tepung. Kecilnya ukuran ini menyebabkan jumlah cadangan makanan dalam biji juga sangat sedikit, sehingga sangat sulit bagi biji anggrek untuk tumbuh. Biji anggrek dapat tumbuh jika kondisi lingkungan cukup lembap dan dibantu oleh jenis jamur tertentu yang dikenal dengan mikoriza. Rendahnya daya tumbuh biji anggrek inilah yang menyebabkan anggrek cukup langka. Para peneliti dan petani anggrek telah mengembangkan teknik perkembangbiakan anggrek dengan menggunakan kultur jaringan untuk mengatasi permasalahan perkembangbiakan pada anggrek. Tunas atau biji anggrek yang telah diambil kemudian ditanam pada medium agar-agar yang berisi nutrisi dan zat pengatur tumbuh. Biji anggrek dapat tumbuh lebih cepat dan lebih banyak melalui cara tersebut. Setelah proses penanaman, biji anggrek akan mengalami tahap pengakaran atau tumbuhnya akar. Tumbuhnya akar menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Selanjutnya, dilakukan pemisahan biji yang telah mengalami pengakaran atau yang disebut plantlet. Plantlet akan tumbuh menjadi tanaman anggrek dengan struktur organ yang lengkap, yaitu akar, batang, dan daun. Jika telah memiliki struktur  emikian, tanaman anggrek dapat dikeluarkan dari botol kultur dan ditanam pada media dalam pot. Tanaman anggrek terlebih dahulu harus ditempatkan pada ruangan atau disebut dengan proses aklimatisasi, yang bertujuan agar tanaman anggrek yang baru dapat mengenali kondisi di luar botol kultur. Jika akar tanaman anggrek telah tumbuh kuat, maka tanaman anggrek siap dipindahkan ke media tanam yang baru dan dapat ditanam di luar ruangan.

  1. Serangga dapat bermanfaat bagi tumbuhan dan manusia tetapi ada pula serangga yang menjadi hama. Hama dapat dikendalikan secara efektif dengan menggunakan insektisida. Sayangnya, beberapa serangga dapat berkembang dan menjadi tahan terhadap insektisida atau resisten terhadap insektisida. Keadaan ini biasanya timbul sebagai akibat penggunaan satu jenis insektisida secara terus­menerus dalam waktu yang cukup lama. Racun pada insektisida dapat membunuh hama dan dapat pula membahayakan makhluk hidup bukan hama. Berbagai cara untuk melakukan pengendalian biologis terhadap hama telah dikembangkan dan diuji. Pengendalian biologis terhadap hama dilakukan dengan bantuan berbagai jenis bakteri, jamur, dan virus. Makhluk hidup parasit dan pemberian predator alami bagi hama juga berhasil dilakukan untuk mengendalikan hama tertentu. Dikembangkan pula metode pengendalian hama dengan melibatkan hama jantan. Hama jantan diberi perlakuan tertentu sehingga tidak dapat melakukan perkembangbiakan. Cara lain dengan diberikan suatu bahan kimia tertentu yang dapat mengganggu perilaku perkembangbiakan hama.
Baca Juga  Jawaban Rumah Betang Uluk Palin Kelas 5 Tema 8

Rangkuman

  1. Tumbuhan dan hewan dapat melakukan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual.
  2. Reproduksi aseksual adalah perkembangbiakan tumbuhan atau hewan tanpa melewati proses fertilisasi. Perkembangbiakan aseksual menggunakan organ tubuh ataupun bagian tubuh hewan ataupun tumbuhan.
  3. Reproduksi seksual adalah perkembangbiakan yang melalui proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel kelamin betina (sel telur).
  4. Reproduksi aseksual alami tumbuhan Angiospermae dengan menggunakan rhizoma, stolon, umbi lapis, umbi batang, kuncup adventif daun, dan anakan. Perkembangbiakan aseksual buatan dapat dilakukan melalui cangkok, merunduk, menyambung, menempel, dan setek. Perkembangbiakan seksual merupakan cara perkembangbiakan yang melibatkan sel kelamin dan fertilisasi. Perkembangbiakan seksual pada tumbuhan melibatkan sel kelamin berupa sel sperma yang dihasilkan oleh serbuk sari dan sel telur yang dihasilkan oleh putik.

  1. Reproduksi pada tumbuhan Gymnospermae secara seksual melalui penyerbukan dan pembuahan yang terjadi pada strobilus. Perkembangbiakan aseksual terjadi melalui tunas akar pada tumbuhan pinus dan bulbil pada tanaman pakis haji.
  2. Tumbuhan paku (Pteridophyta) mengalami tahap gametofit dan sporofit. Perkembangbiakan seksual terjadi pada tahap gametofit yaitu dengan dihasilkannya sel kelamin. Sel kelamin jantan dan betina yang dihasilkan akan mengalami fertilisasi. Tahapan selanjutnya ialah tahap sporofit, yaitu dimulai ketika zigot hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang dapat menghasilkan spora. Perkembangbiakan aseksual pada tumbuhan paku dapat melalui rhizoma.
  3. Tumbuhan Lumut (Bryophyta) mengalami perkembangbiakan seksual dan aseksual pada satu kali perkembangan hidupnya. Perkembangbiakan seksual dengan menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, yaitu pada tahap gametofit. Pada tahap sporofit tumbuhan lumut menghasilkan spora. Perkembangbiakan lumut secara aseksual dapat melalui gemmae dan fragmentasi.

  1. Teknologi perkembangbiakan pada tumbuhan meliputi vertikultur, hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.
  2. Hewan dapat melakukan perkembangbiakan aseksual melalui tunas, fragmentasi, dan partenogenesis.
  3. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya hewan yang berkembang biak secara seksual dibagi menjadi hewan vivipar, ovipar, dan ovovivipar.
  4. Beberapa hewan dapat mengalami tahap perkembangbiakan seksual dan tahap perkembangbiakan aseksual dalam satu kali perkembangan hidup, misalnya pada ubur­ubur.
  5. Beberapa hewan dapat mengalami metamorfosis atau perubahan struktur tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Metamorfosis dapat digolongkan menjadi metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
  6. Teknologi perkembangbiakan pada hewan misalnya melalui inseminasi buatan.

Nah, itu dia pembahasan Ayo Kita Lakukan IPA kelas 9 semester 1 halaman 58 tentang perkembangbiakan pada tumbuhan. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat membantu Sobat Bloggers semua.

Baca juga

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 8

Jawaban Ayo Kita Pikirkan IPA Kelas 9 Halaman 10

Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 9 Halaman 12

Jawaban Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 15

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 15

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 30

Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 9 Halaman 31

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 39

Jawaban Uji Kompetensi IPA Kelas 9 BAB 1 Halaman 47

Jawaban Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 54

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *