Jawaban Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 92

Jawaban Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 92

Jawaban Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 92 — Halo Sobat Bloggers, kali ini kita akan membahas tentang “Ayo Kita Diskusikan” IPA kelas 9 semester 1 halaman 92. Dengan adanya pembahasan ini diharapkan Sobat Bloggers dapat memahami tentang fragmentasi dan regenerasi Planaria.

Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 92

Perhatikan gambar pada kolom dan jawablah pertanyaan yang diberikan!

Jawaban Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 92

Buatlah kesimpulan dari kegiatan diskusi tentang fragmentasi dan regenerasi Planaria yang telah kamu lakukan!

Jawaban Ayo Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 92

Tabel 2.8 fragmentasi dan regenerasi Planaria

Nomor GambarPertanyaan dan Jawaban
1Apa yang akan terjadi bila Planaria dipotong pada bagian tengah tubuh (melintang)?
Jawab:
Yang akan terjadi bila Planaria dipotong pada bagian tengah tubuh (melintang) adalah bagian kepala akan menumbuhkan ekor dan bagian ekor akan menumbuhkan kepala. Sehingga akan membentuk 2 Planaria baru.
2Apa yang akan terjadi jika Planaria dipotong pada bagian tengah tubuh secara membujur?
Jawab:
Yang akan terjadi jika Planaria dipotong pada bagian tengah tubuh secara membujur adalah bagian tubuh kanan Planaria akan menumbuhkan tubuh kiri dan bagian tubuh kiri Planaria akan menumbuhkan tubuh kanan. Sehingga akan membentuk 2 Planaria baru.
3Apa yang akan terjadi pada bagian tubuh jika bagian kepala saja yang dibelah?
Jawab:
Yang akan terjadi pada bagian tubuh jika bagian kepala saja yang dibelah adalah Planaria akan memiliki 2 kepala.
4Apa yang akan terjadi jika Planaria dipotong pada bagian ekor secara membujur?
Jawab:
Yang akan terjadi jika Planaria dipotong pada bagian ekor secara membujur adalah Planaria akan memiliki 2 ekor.
5Apa yang akan terjadi jika Planaria dipotong pada bagian tubuh dekat “kepala” dan dibelah pada bagian ekor?
Jawab:
Yang akan terjadi jika Planaria dipotong pada bagian tubuh dekat kepala adalah potongan pada bagian dekat kepala akan menumbuhkan ekor dan potongan bagian badan akan menumbuhkan kepala dengan 2 ekor. Sehingga akan membentuk 2 Planaria baru.
6Apa yang akan terjadi bila Planaria dipotong menjadi tiga bagian, yaitu bagian “kepala”, bagian tengah, dan ekor?
Jawab:
Yang akan terjadi bila Planaria dipotong menjadi tiga bagian, yaitu bagian “kepala”, bagian tengah, dan ekor adalah potongan bagian kepala akan menumbuhkan ekor, potongan bagian tengah akan menumbuhkan kepala dan ekor, dan potongan bagian ekor akan menumbuhkan kepala.
7Apa yang akan terjadi jika Planaria dipotong pada bagian tubuh dekat “kepala” dengan bentuk T?
Jawab:
Yang akan terjadi jika Planaria dipotong pada bagian tubuh dengan “kepala” dengan bentuk T adalah potongan dekat kepala akan menumbuhkan ekor dan potongan badan akan menumbuhkan 2 kepala. Sehingga membentuk 2 Planaria baru.

Kesimpulan

Baca Juga  Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 8 Halaman 220

Berdasarkan kegiatan diskusi tentang fragmentasi dan regenerasi Planaria yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ketika Planaria dipotong maka hasil potongan akan membentuk Planaria baru.

Tahukah Kamu

  1. Ketika serbuk sari yang tidak sesuai (tidak berasal dari tumbuhan yang sejenis) melekat pada kepala putik (stigma) maka serbuk sari tidak akan berkecambah membentuk buluh serbuk sari sehingga proses pembuahan atau fertilisasi tidak dapat terjadi. Bagaimana ini dapat terjadi? Ternyata serbuk sari yang berasal dari tumbuhan lain tidak dapat melekat dengan kuat pada kepala putik. Tahukah kamu mengapa hal ini dapat terjadi? Cobalah ingat materi tarik menarik antara molekul, yaitu adhesi dan kohesi. Gaya tarik­ menarik antara molekul yang berbeda atau adhesi pada serbuk sari dengan kepala putik pada tumbuhan yang berbeda jenis amat lemah, sehingga menyebabkan serbuk sari mudah lepas dari kepala putik. Selain itu, pada permukaan serbuk sari terdapat senyawa kimia berupa lipid (lemak) dan protein termasuk enzim. Senyawa kimia ini akan bereaksi dengan senyawa kimia pada kepala putik. Jika serbuk sari tidak cocok, maka reaksi kimia dalam serbuk sari terhambat. Akibatnya, serbuk sari tidak dapat berkecambah membentuk buluh serbuk sari.

  1. Ukuran biji anggrek sangat kecil, hampir menyerupai tepung. Kecilnya ukuran ini menyebabkan jumlah cadangan makanan dalam biji juga sangat sedikit, sehingga sangat sulit bagi biji anggrek untuk tumbuh. Biji anggrek dapat tumbuh jika kondisi lingkungan cukup lembap dan dibantu oleh jenis jamur tertentu yang dikenal dengan mikoriza. Rendahnya daya tumbuh biji anggrek inilah yang menyebabkan anggrek cukup langka. Para peneliti dan petani anggrek telah mengembangkan teknik perkembangbiakan anggrek dengan menggunakan kultur jaringan untuk mengatasi permasalahan perkembangbiakan pada anggrek. Tunas atau biji anggrek yang telah diambil kemudian ditanam pada medium agar-agar yang berisi nutrisi dan zat pengatur tumbuh. Biji anggrek dapat tumbuh lebih cepat dan lebih banyak melalui cara tersebut. Setelah proses penanaman, biji anggrek akan mengalami tahap pengakaran atau tumbuhnya akar. Tumbuhnya akar menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Selanjutnya, dilakukan pemisahan biji yang telah mengalami pengakaran atau yang disebut plantlet. Plantlet akan tumbuh menjadi tanaman anggrek dengan struktur organ yang lengkap, yaitu akar, batang, dan daun. Jika telah memiliki struktur  emikian, tanaman anggrek dapat dikeluarkan dari botol kultur dan ditanam pada media dalam pot. Tanaman anggrek terlebih dahulu harus ditempatkan pada ruangan atau disebut dengan proses aklimatisasi, yang bertujuan agar tanaman anggrek yang baru dapat mengenali kondisi di luar botol kultur. Jika akar tanaman anggrek telah tumbuh kuat, maka tanaman anggrek siap dipindahkan ke media tanam yang baru dan dapat ditanam di luar ruangan.
Baca Juga  Latihan Soal PTS/UTS Kelas 5 dan Jawaban Tema 6 ST 3

  1. Serangga dapat bermanfaat bagi tumbuhan dan manusia tetapi ada pula serangga yang menjadi hama. Hama dapat dikendalikan secara efektif dengan menggunakan insektisida. Sayangnya, beberapa serangga dapat berkembang dan menjadi tahan terhadap insektisida atau resisten terhadap insektisida. Keadaan ini biasanya timbul sebagai akibat penggunaan satu jenis insektisida secara terus­menerus dalam waktu yang cukup lama. Racun pada insektisida dapat membunuh hama dan dapat pula membahayakan makhluk hidup bukan hama. Berbagai cara untuk melakukan pengendalian biologis terhadap hama telah dikembangkan dan diuji. Pengendalian biologis terhadap hama dilakukan dengan bantuan berbagai jenis bakteri, jamur, dan virus. Makhluk hidup parasit dan pemberian predator alami bagi hama juga berhasil dilakukan untuk mengendalikan hama tertentu. Dikembangkan pula metode pengendalian hama dengan melibatkan hama jantan. Hama jantan diberi perlakuan tertentu sehingga tidak dapat melakukan perkembangbiakan. Cara lain dengan diberikan suatu bahan kimia tertentu yang dapat mengganggu perilaku perkembangbiakan hama.

Rangkuman

  1. Tumbuhan dan hewan dapat melakukan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual.
  2. Reproduksi aseksual adalah perkembangbiakan tumbuhan atau hewan tanpa melewati proses fertilisasi. Perkembangbiakan aseksual menggunakan organ tubuh ataupun bagian tubuh hewan ataupun tumbuhan.
  3. Reproduksi seksual adalah perkembangbiakan yang melalui proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel kelamin betina (sel telur).
  4. Reproduksi aseksual alami tumbuhan Angiospermae dengan menggunakan rhizoma, stolon, umbi lapis, umbi batang, kuncup adventif daun, dan anakan. Perkembangbiakan aseksual buatan dapat dilakukan melalui cangkok, merunduk, menyambung, menempel, dan setek. Perkembangbiakan seksual merupakan cara perkembangbiakan yang melibatkan sel kelamin dan fertilisasi. Perkembangbiakan seksual pada tumbuhan melibatkan sel kelamin berupa sel sperma yang dihasilkan oleh serbuk sari dan sel telur yang dihasilkan oleh putik.
Baca Juga  Ayo, Kita Lakukan IPA Kelas 8 Halaman 175 dan 179

  1. Reproduksi pada tumbuhan Gymnospermae secara seksual melalui penyerbukan dan pembuahan yang terjadi pada strobilus. Perkembangbiakan aseksual terjadi melalui tunas akar pada tumbuhan pinus dan bulbil pada tanaman pakis haji.
  2. Tumbuhan paku (Pteridophyta) mengalami tahap gametofit dan sporofit. Perkembangbiakan seksual terjadi pada tahap gametofit yaitu dengan dihasilkannya sel kelamin. Sel kelamin jantan dan betina yang dihasilkan akan mengalami fertilisasi. Tahapan selanjutnya ialah tahap sporofit, yaitu dimulai ketika zigot hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang dapat menghasilkan spora. Perkembangbiakan aseksual pada tumbuhan paku dapat melalui rhizoma.
  3. Tumbuhan Lumut (Bryophyta) mengalami perkembangbiakan seksual dan aseksual pada satu kali perkembangan hidupnya. Perkembangbiakan seksual dengan menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, yaitu pada tahap gametofit. Pada tahap sporofit tumbuhan lumut menghasilkan spora. Perkembangbiakan lumut secara aseksual dapat melalui gemmae dan fragmentasi.

  1. Teknologi perkembangbiakan pada tumbuhan meliputi vertikultur, hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.
  2. Hewan dapat melakukan perkembangbiakan aseksual melalui tunas, fragmentasi, dan partenogenesis.
  3. Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya hewan yang berkembang biak secara seksual dibagi menjadi hewan vivipar, ovipar, dan ovovivipar.
  4. Beberapa hewan dapat mengalami tahap perkembangbiakan seksual dan tahap perkembangbiakan aseksual dalam satu kali perkembangan hidup, misalnya pada ubur­-ubur.
  5. Beberapa hewan dapat mengalami metamorfosis atau perubahan struktur tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya. Metamorfosis dapat digolongkan menjadi metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
  6. Teknologi perkembangbiakan pada hewan misalnya melalui inseminasi buatan.

Nah, itu dia pembahasan Ayo Diskusikan IPA kelas 9 semester 1 halaman 92 tentang manfaat teknologi perkembangbiakan pada tumbuhan. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat membantu Sobat Bloggers semua.

Baca juga

Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 9 Halaman 62

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 64

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 66

Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 9 Halaman 72

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 73

Jawaban Ayo Kita Pikirkan IPA Kelas 9 Halaman 76

Jawaban Ayo Kita Selesaikan IPA Kelas 9 Halaman 77

Jawaban Ayo Kita Pikirkan IPA Kelas 9 Halaman 80

Jawaban Ayo Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 81

Jawaban Ayo Kita Cari Tahu IPA Kelas 9 Halaman 88

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *