Jawaban Ayo Cek Pemahaman IPA Kelas 10 Halaman 100

Jawaban Ayo Cek Pemahaman IPA Kelas 10 Halaman 100 — Halo Sobat Bloggers, pada kesempatan ini kita akan membahas Buku Siswa pada Kurikulum Merdeka tahun 2022 kelas 10 SMA BAB 4 dengan materi Hukum Dasar Kimia di Sekitar Kita.

Pada artikel ini akan membahas tentang kunci jawaban Ayo Cek Pemahaman IPA kelas 10 SMA halaman 100 tentang materi BAB 4 yaitu hukum kekekalan massa.

Untuk membatu Sobat Bloggers dalam menjawab soal, kali ini mimin akan membagikan kunci jawaban dan pembahasannya secara lengkap. Yuk simak pembahasan mimin berikut ini.

Hari ini kita akan belajar:
Penerapan hukum dasar kimia untuk menyelesaikan kasus dalam kehidupan sehari-hari.

Ayo Cek Pemahaman

Logam besi murni (Fe) dihasilkan dari pengolahan tambang bijih besi yang mengandung senyawa Fe2O3. Dalam proses pengolahannya dibutuhkan zat reduktor salah satunya adalah gas CO (karbon monoksida). Sebagian besar pabrik menghasilkan gas CO dari pengolahan gas alam. Haruskah selalu bergantung pada gas alam sementara cadangan batubara Indonesia sangat melimpah. Oleh karena itu teknologi pembuatan gas CO beralih ke proses gasifikasi yang ramah lingkungan karena bahan bakunya adalah batubara dengan kandungan sulfurnya tinggi namun tidak meninggalkan zat pencemar. Ingat prinsip kimia hijau.

Seorang ilmuwan melakukan eksperimen pada skala laboratorium. Ia mereaksikan sejumlah padatan karbon (C) yang dibakar dengan 40 gram gas oksigen (O2) lalu menghasilkan 64 gram gas karbon monoksida (CO). Ternyata pada akhir reaksi masih terdapat 14 gram padatan karbon (C).

Jawaban Ayo Cek Pemahaman IPA Kelas 10 Halaman 100

Jawablah pertanyaan berikut dengan menelaah lebih dahulu tabel tersebut.

  1. Tulislah persamaan reaksi kimia setaranya.
  2. Uraikan hitungan Kalian untuk mencari berapakah massa mula-mula padatan karbon (C).
  3. Hukum dasar kimia apakah yang berlaku untuk kasus soal ini? Jelaskan alasannya.
Baca Juga  Kunci Jawaban Bahan Konduktor dan Isolator di Sekitar Kita

Jawaban Ayo Cek Pemahaman IPA Kelas 10 Halaman 100

  1. Persamaan reaksi kimia setara ditulis sebagai berikut
    1 C (s) + 1 O2 (g) → 1 CO (g)
  2. Massa zat setelah bereaksi = massa C sisa + massa CO = 14 + 64 = 78 g
    Massa zat sebelum bereaksi = massa C awal + massa O2 = ( x + 40 ) g
    Hukum kekekalan massa =
    78 = ( x + 40 )
    x = 38 g sebagai massa C awal.
  3. Hukum dasar kimia yang berlaku untuk kasus soal ini yaitu hukum kekekalan massa karena massa sebelum dan massa sesudah reaksi sama.

Intisari

Sejarah awal Teori Flogiston Pada tahun 1669, Johann Joachim Becher seorang ilmuwan kimia Jerman mencetuskan idenya tentang pembakaran logam. Hal ini menjadi dasar munculnya teori flogiston. Becher beralasan bahwa bahan yang terbakar harus mengandung komponen yang mudah terbakar yaitu elemen api (terra pinguis). Pandangan Becher ini memperbaharui prinsip kimia sebelumnya yang menyatakan bahwa bahan terdiri dari proporsi yang berbeda dari empat elemen baik tanah, udara, api, dan air. Dalam teori Becher disebutkan bahwa benda mudah terbakar karena hanya terdapat elemen api (terra pinguis). Selama pembakaran, komponen ini dilepaskan ke udara ditandai dengan timbulnya nyala api. Selain itu dinyatakan bahwa terdapat residu misalnya abu kayu yang memiliki massa lebih ringan dari bahan aslinya. Demikian pula saat memanaskan logam di udara akan dihasilkan calx yang lebih ringan dari logam. Hal ini adalah bukti bahwa ada sesuatu yang hilang.

Pada pertengahan abad ke-18, masalah paling penting dalam ilmu kimia dan fisika adalah menentukan apa yang sebenarnya terjadi ketika sesuatu terbakar. Saat itu gas Oksigen belum ditemukan. Tepatnya pada tahun 1703, Georg Ernst Stahl, seorang ilmuwan kimia Jerman, mengembangkan teori Becher. Ia mengemukakan istilah flogiston yang sebelumnya dikenal dengan nama terra pinguis. Dalam bahasa Yunani flogiston berarti terbakar. Adapun teori Stahl mencakup ide-ide berikut:

  1. Semua zat yang mudah terbakar mengandung flogiston.
  2. Semakin banyak flogiston yang dikandung suatu zat, semakin baik dan lebih sempurna ia terbakar.
  3. Pembakaran melepaskan flogiston dari zat ke udara.
  4. Nyala api menunjukkan lepasnya flogiston dengan cepat.
  5. Udara diperlukan untuk pembakaran karena menyerap flogiston yang keluar.
  6. Pembakaran dalam wadah tertutup segera terhenti, karena udara di dalamnya menjadi jenuh dengan flogiston.
  7. Udara diperlukan untuk bernapas. Makhluk yang ditempatkan dalam wadah tertutup mati karena udara tidak dapat lagi menyerap flogiston, sehingga tidak dapat lagi menopang kehidupan.
  8. Residu atau abu yang tertinggal setelah pembakaran disebut calx.
  9. Massa calx lebih ringan dari bahan sebelum dibakar.
Baca Juga  Apakah CP menggantikan SKL pada Kurikulum Merdeka?

Teori flogiston memang menjelaskan banyak karakteristik terkait pembakaran namun ternyata saat melakukan pembakaran logam justru hal yang sebaliknya terjadi. Akhirnya teori ini dipatahkan karena ternyata jika logam dibakar massanya justru bertambah.

Sumber: https://edu.rsc.org/feature/the-logic-of-phlogiston/2000126.article

Nah, itu dia pembahasan Ayo Berlatih IPA Kelas 10 halaman 96 tentang hukum Gay Lussac. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat membantu Sobat Bloggers semua.

Sampai ketemu pada pembahasan soal selanjutnya.

Baca juga

Jawaban Ayo Cek Pemahaman IPA Kelas 10 Halaman 73

Jawaban Pengayaan IPA Kelas 10 Halaman 74

Jawaban Ayo Berlatih IPA Kelas 10 Halaman 83

Jawaban Aktivitas 4.2 IPA Kelas 10 Halaman 84

Jawaban Ayo Berlatih IPA Kelas 10 Halaman 88

Jawaban Ayo Berlatih IPA Kelas 10 Halaman 90

Jawaban Ayo Berlatih IPA Kelas 10 Halaman 91

Jawaban Ayo Berlatih IPA Kelas 10 Halaman 93

Jawaban Ayo Berlatih IPA Kelas 10 Halaman 95

Jawaban Ayo Berlatih IPA Kelas 10 Halaman 96

Leave a Reply

Your email address will not be published.