Contoh Soal Pretest PPG Untuk Penjas Materi Profesional

Contoh Soal Pretest PPG Untuk Penjas Materi Profesional – Hai sobat bloggers, kali ini kita akan membahas contoh soal latihan pretest PPG Penjas untuk materi profesional. Soal yang akan bloggers berikan mengacu pada kisi-kisi Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) sebagai hasil evaluasi akhir para peserta PPG, baik untuk kompetensi pedagogik maupun profesional.

Untuk soal dan pembahasan kompetensi pedagogik yang akan bloggers bahas kali ini disusun untuk menilai dan mengevaluasi kemampuan peserta PPG dalam (1) merencanakan pembelajaran yang mendidik, (2) merancang penilaian, menilai, dan mengevaluasi pembelajaran dan (3) mengadaptasi dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Berikut bloggers sajikan beberapa contoh soal latihan pretest PPG Penjas untuk materi profesional

Demikian tadi pembahasan Soal Pretest PPG Penjas Untuk Materi Profesional yang dapat bloggers sajikan, untuk contoh lainnya, sobat dapat membacanya pada artikel-artikel lain yang ada di bloggers.

Soal Pretest PPG Untuk Penjas Nomer 41

Indikator Essensial

Mampu menguraikan aspek motivasi, percaya diri, dan persepsi diri dalam hubungan dengan aktivitas penjas dan olahraga

Soal

41. Cara merangsang kepercayaan diri yang dapat meningkatkan kemampuan belajar gerak anak adalah:

A. Pemberian pujian

B. Melakukan drilling (pengulangan)

C. Memberikan materi permainan

D. Memberi nasehat

E. Mengetes

Kunci Jawaban

Kunci: A

Pembahasan

Kepercayaan diri adalah salah satu kunci kesuksesan belajar gerak. Beberapa strategi yang sering dilakukan guru adalah memberikan keteladanan, pembiasaan, dan pemberian reward (misalnya memberikan pujian). Strategi ini biasanya efektif dalam pembelajaran gerak, terutama bagi anak-anak dengan kemampuan rendah.

Soal Pretest PPG Untuk Penjas Nomer 42

Indikator Essensial

Mampu menguraikan aspek etika dan perilaku moral dalam konteks aktivitas penjas dan olahraga

Soal

42. Berjabat tangan setelah selesai pertandingan menunjukkan sikap:

A. Toleransi

B. Kerjasama

C. Sportif

D. Persahabatan

E. Memaa􀅅 an

Kunci Jawaban

Kunci: C

Pembahasan

Secara artikata, sportivitas adalah sikap adil (jujur) thd lawan; sikap bersedia mengakui keunggulan (kekuatan, kebenaran) lawan atau kekalahan (kelemahan, kesalahan) sendiri. Sikap keolahragawanan atau sportivitas adalah nilai etis yang dijunjung sebagai prinsip bidang olahraga bagi setiap atlet, olahragawan, pengadil dan anggota yang terlibat dalam bidang olahraga untuk mengacu pada perilaku penghormatan, pengakuan dan toleransi hak-hak sesama insan olahraga yang menciptakan persaingan positif tanpa niat merugikan pihak lain atau tanpa berlaku curang, baik dalam pertandingan ataupun di luar pertandingan. Contoh sikap ini adalah berjabatan tangan setelah selesai pertandingan.

Soal Pretest PPG Untuk Penjas Nomer 43

Indikator Essensial

Mampu menguraikan aspek budaya, suku, dan gender dalam konteks aktivitas penjas dan olahraga

Soal

43. Aktivitas olahraga di bawah ini sesuai untuk siswa perempuan:

A. Kas􀆟

B. Sepak bola

C. Bola voli

D. Tinju

E. Semua jawaban benar

Kunci Jawaban

Kunci: E

Pembahasan

Gender dapat didefinisikan sebagai keadaan dimana individu yang lahir secara biologis sebagai laki-laki dan perempuan yang kemudian memperoleh pencirian sosial sebagai laki-laki dan perempuan melalui atribut-atribut maskulinitas dan feminitas yang sering didukung oleh nilai-nilai atau sistem dan simbol di masyarakat yang bersangkutan. Lebih singkatnya, gender dapat diartikan sebagai suatu konstruksi sosial atas seks, menjadi peran dan perilaku sosial. Istilah gender seringkali tumpang tindih dengan seks (jenis kelamin), padahal dua kata itu merujuk pada bentuk yang berbeda.

Baca Juga  Soal Latihan Pretest PPG Dalam Jabatan 2022

Seks merupakan pensifatan atau pembagian dua jenis kelamin manusia yang ditentukan secara biologis yang melekat pada jenis kelamin tertentu. Contohnya jelas terlihat, sepertilaki-laki memiliki penis, scrotum, memproduksi sperma. Sedangkan perempuan memiliki vagina, rahim, memproduksi sel telur. Alat-alat biologis tersebut tidak dapat dipertukarkan sehingga sering dikatakan sebagai kodrat atau ketentuan dari Tuhan (nature), Sedangkan konsep gender merupakan suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki maupun perempuan yang dikonstruksikan secara sosial maupun kultural. Misalnya, laki-laki itu kuat, rasional, perkasa. Sedangkan perempuan itu lembut, lebih berperasaan, dan keibuan.

Ciri-ciri tersebut sebenarnya bisa dipertukarkan. Artinya ada laki-laki yang lembut dan lebih berperasaan. Demikian juga ada perempuan yang kuat, rasional, dan perkasa. Perubahan ini dapat terjadi dari waktu ke waktu dan bisa berbeda di masing-masing tempat. Jaman dulu, di suatu tempat, perempuan bisa menjadi kepala suku, tapi sekarang di tempat yang sama, laki-laki yang menjadi kepala suku. Sementara di tempat lain justru sebaliknya. Artinya, segala hal yang dapat dipertukarkan antara sifat perempuan dan laki-laki, yang bisa berubah dari waktu ke waktu serta berbeda dari suatu kelas ke kelas yang lain, komunitas ke komunitas yang lain, dikenal dengan gender. Di sisi lain, olahraga adalah konstruksi sosial. Olahraga tidak berada dalam ranah seks (biologis) di mana olahraga bisa dapat dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Oleh sebab itu, olahraga apapun sesungguhnya bisa dilakukan oleh perempuan.

Soal Pretest PPG Untuk Penjas Nomer 44

Indikator Essensial

Mampu menguraikan aspek dinamika sosial yang berkembang dalam aktivitas penjas dan olahraga

Soal

44. Perbedaan pendapat dalam mengatur strategi akan menumbuhkan kemampuan siswa di bawah ini,

kecuali:

A. Pemecahan masalah

B. Menghargai pendapat orang lain

C. Berdebat

D. Toleransi

E. Komunikasi

Kunci Jawaban

Kunci: C

Pembahasan

Penyusunan strategi tim hanya bisa dilakukan secara kelompok. Oleh sebab itu, secara otomatis guru Sudah menggunakan pendekatan diskusi kelompok. Pengertian diskusi kelompok adalah cara yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran di mana peserta didik belajar bekerjasama memberikan argumentasi dan ide-ide dalam kelompok-kelompok kecil atau kelompok besar secara kolaboratif dengan struktur kelompok yang hiterogen dan memiliki kemampuan yang berbeda-beda, sehingga peserta didik dapat memanfaatkan teman sejawat (peserta didik lain) sebagai rekan dalam memecahkan masalah atau mendiskusikan materi-materi yang telah ditentukan kepada kelompok-kelompok tersebut, dan mereka dapat saling membantu dan tukar menukar pendapat dan ide yang pada akhirnya dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar, dan dalam sistem ini guru sebagai fasilitator dan pengarah efektifi tas pembelajaran. Di sinilah pembelajaran afektif sepertipemecahan masalah, menghargai pendapat orang lain, dan toleransi akan terjadi.

Soal Pretest PPG Untuk Penjas Nomer 45

Indikator Essensial

Mampu menguraikan jenis-jenis keterbatasan individu pada anak berkebutuhan khusus

Soal

45. Anak yang tidak memiliki kelambanan fungsi intelektualnya disebut:

A. Tunagrahita

B. Tunarungu

C. Tunadaksa

D. Tunalaras

E. Autis

Kunci Jawaban

Kunci: A

Pembahasan

Berikut ini adalah jenis-jenis hambatan anak berkebutuhan khusus.

• Tuna Grahita: Pengertian Tuna Grahita menurut American Asociation on Mental Defi ciency/AAMD dalam B3PTKSM, (p. 20) sebagai berikut: yang meliputifungsi intelektual umum di bawah ratarata (Sub-average), yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes; yang muncul sebelum usia 16 tahun; yang menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif. Sedangkan pengertian Tunagrahita menurut Japan League for Mentally Retarded (1992: p.22) dalam B3PTKSM (p. 20-22) sebagai berikut: Fungsi intelektualnya lamban, yaitu IQ 70 kebawah berdasarkan tes inteligensi baku.Kekurangan dalam perilaku adaptif. Terjadi pada masa perkembangan, yaitu anatara masa konsepsi hingga usia 18 tahun. Pengklasifi kasian/penggolongan Anak Tunagrahita untuk keperluan pembelajaran

• Tuna Netra: adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya/kecacatannya Tuna netra dibagi dua yaitu buta total (total blind) dan yang masih mempunyai sisa penglihatan (Low Vision). Alat bantu untuk mobilitasnya bagi tuna netra dengan menggunakan tongkat khusus, yaitu berwarna putih dengan ada garis merah horizontal. Akibat hilang/berkurangnya fungsi indra peng lihatannya maka tunanetra berusaha memaksimalkan fungsi indra-indra yang lainnya seperti, perabaan, penciuman, pendengaran, dan lain sebaginya sehingga tidak sedikit penyandang tuna netra yang memiliki kemampuan luar biasa misalnya di bidang musik atau ilmu pengetahuan.

Baca Juga  Kunci Jawaban Bab 5 Topik C Buku Siswa Kelas 4 IPAS Kurikulum Merdeka Halaman 142

• Tuna Rungu: adalah seseorang yang mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar baik sebagian atau seluruhnya yag diakibatkan karena tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pen dengaran, sehingga ia tidak dapat menggunakan alat pendengaranya dalam kehidupan sehari-hari yang membawa dampak terhadap kehidupannya secara kompleks. Pada umumnya klasifi kasi anak tunarungu dibagi atas dua golongan atau kelompok besar yaitu tuli dan kurang dengar. Orang tuli adalah seseorang yang mengalami kehilangan kemampuan mendengar sehingga membuat proses informasi bahasa melalui pendengaran, baik itu memaki atau tidak memakai alat dengar. Kurang dengar adalah seseorang yang mengalami kehilangan sebagian kemampuan mendengar, akan tetapi ia masih mempunyai sisa pendengaran dan pemakaian alat Bantu dengar memungkinkan keberhasilan serta membantu proses informasi bahasa melalui pendengaran.

• Tuna Daksa: Berasal dari kata “Tuna“ yang berartirugi, kurang dan “daksa“ berartitubuh. Dalam banyak literitur cacat tubuh atau kerusakan tubuh tidak terlepas dari pembahasan tentang kesehatan sehingga sering dijumpai judul “Physical and Health Impairments“ (kerusakan atau gangguan fisik dan kesehatan). Hal ini disebabkan karena seringkali terdapat gangguan kesehatan. Sebagai contoh, otak adalah pusat kontrol seluruh tubuh manusia. Apabila ada sesuatu yang salah pada otak (luka atau infeksi), dapat mengakibatkan sesuatu pada fi sik/tubuh, padaemosi atau terhadap fungsi-fungsi mental, luka yang terjadi pada bagian otak baik sebelum, pada saat, maupun sesudah kelahiran, menyebabkan retardasi dari mental (tunagrahita).

• Tuna laras: Pada mengalami kelinan ini dapat diklasifi kasikan menjadi anak yang mengalami kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan anak yang mengalami gangguan emosi.

Soal Pretest PPG Untuk Penjas Nomer 46

Indikator Essensial

Mampu mengimplemen-tasikan aktivitas olahraga pada anak berkebutuhan khusus Soal

46. Permainan bola dengan lonceng (goal ball) dapat dimainkan oleh siswa yang menyandang:

A. Tunarungu

B. Tunadaksa

C. Tunalaras

D. Berkebutuhan khusus

E. Tunanetra

Kunci Jawaban

Kunci: A

Pembahasan

Goal ball merupakan permainan yang didesain untuk para tuna netra atau yang punya kekurangan dalam penglihatan. Pertandingan ini dimainkan oleh dua tim, di mana masing-masing tim beranggotakan tiga pemain menjaga gawang yang berukuran panjang 9 meter dan tinggi 130 centimeter. Lapangannya dibagi menjadi tiga bagian, yang terdiri dari landing area, netral area dan team area untuk melempar bola. Masing-masing lawan, akan berlomba memasukan bola ke gawang.

Atlet yang sama sekali tidak dapat melihat dan atlet yang punya gangguan penglihatan bisa bermain dalam satu pertandingan, setiap atlet harus bermain dengan penutup mata. Cara mainnya, bola dilempar ke gawang lawan, dan lawan berusaha mencegah masuknya bola dengan badan mereka namun tidak diperkenankan maju sampai 3 meter. Pemain hanya berada di area depan gawangnya sendiri sepanjang pertandingan. Bola diisi dengan lonceng agar pemain bisa mengetahui arah datangnya bola. Untuk itu, sepanjang pertandingan, penonton tidak boleh berisik agar konsentrasi pemain untuk mendengar datangnya bola tidak terganggu

Soal Pretest PPG Untuk Penjas Nomer 47

Indikator Essensial

Mampu menguraikan dan menganalisis teknik variasi aktivitas permainan bola besar untuk menghasilkan keterampilan gerak yang baik

Soal

47. Teknik dasar sepakbola yang sangat mendukung dalam mengatur irama permainan adalah:

A. Kicking

B. Dribbling

C. Passing

D. Overlapping

E. Intercepting

Kunci Jawaban

Kunci: B

Pembahasan

Teknik dasar dalam permainan sepak bola yang harus dikuasai oleh pemain sepak bola di antaranya: Menggiring bola (dribbling), yaitu teknik mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.

• Menendang bola (kicking), yaitu teknik menendang dan menembak ke arah gawang lawan.

• Mengumpan bola (passing), yaitu teknik mengoper bola ke teman satu tim.

Baca Juga  Soal Pretest PPG Penjas Untuk Materi Profesional

• Menghentikan bola (stopping), yaitu teknik menghalau bola yang terlalu kuat ditendang.

• Menyundul bola (heading), yaitu teknik menerima umpan bola yang melayang dari atas.

• Merebut bola (intercepting), yaitu teknik mengambil/merampas bola dari lawan.

• Menyapu bola (sliding tackle), yaitu teknik merampas bola dengan men-sliding pemain lawan.

• Lemparan ke Dalam (trow-in), yaitu teknik melempar bola ke dalam ketika bola keluar lapangan.

• Menangkap bola (goal keeping), yaitu teknik mempertahankan gawang agar tidak kemasukan.

Soal Pretest PPG Untuk Penjas Nomer 48

Indikator Essensial

Mampu menguraikan dan menganalisis teknik kombinasi aktivitas permainan bola besar untuk menghasilkan keterampilan gerak yang baik

Soal

48. Menggiring bola basket melewatibeberapa pemain untuk memasuki daerah lawan dapat diberikan

setelah siswa menguasai:

A. Teknik dasar

B. Strategi

C. Taktik

D. Peraturan permainan

E. Keterampilan gerak Dasar

Kunci Jawaban

Kunci: A

Pembahasan

Teknik dasar dribbling pada basket tujuannya sama dengan teknik dribbling pada sepak bola, yaitu untuk membawa bola menghindari lawan dan menyerang lawan. Perbedaannya adalah dribbling pada bola basket dilakukan dengan memantul-mantulkan bola dengan satu telapak tangan terbuka, bukan menggunakan kaki sepertihalnya pada permainan sepak bola. Aturannya jangan pernah menggunakan dua tangan untuk menggiring bola basket dan jangan menggunakan tangan yang mengepal. Ada dua jenis teknik dribbling dalam basket, yaitu:

(1). Dribble Tinggi: Dilakukan untuk menggiring bola secara cepat memasuki pertahanan lawan dengan cara jalan cepat/lari, teknik ini digunakan ketika pemain lawan cukup jauh dari pemegang bola.

(2) Dribble Rendah: Teknik ini dilakukan untuk mempertahankan bola dari rebutan lawan main. Teknik ini digunakan ketika sedang berhadapan langsung dengan lawan dan ingin membuat sebuah terobosan yang memanfaatkan celah yang dibuat oleh lawan ketika lengah. Pembelajaran drible tinggi Hanya akan efektif jika diberikan setelah siswa menguasai gerak dasar bola basket, Terutama gerak dasar menggiring.

Soal Pretest PPG Untuk Penjas Nomer 49

Indikator Essensial

Mampu menguraikan dan menganalisis strategi, variasi dan kombinasi aktivitas permainan bola besar untuk menghasilkan keterampilan gerak yang baik

Soal

49. Prinsip melakukan smas yang baik adalah:

A. Di antara pemain lawan

B. Sedekat mungkin dengan net

C. Kepada pemain lawan yang tidak konsentrasi

D. Pada area yang paling kosong pemain lawan

E. Pada area yang terjauh dari net

Kunci Jawaban

Kunci: D

Pembahasan

Smash adalah upaya memukul bola dari net yang ditujukan pada titik sasaran dan ruang kosong. Secara taktik, titik sasaran ini dapat diarahkan pada pemain paling lemah untuk dapat mengembalikan bola. Sedangkan ruang kosong adalah taktik agar bola sulit/tidak terjangkau oleh lawan dan dapat mematikan permainan.

Soal Pretest PPG Untuk Penjas Nomer 50

Indikator Essensial

Mampu menguraikan dan menganalisis teknik variasi aktivitas permainan bola kecil untuk menghasilkan keterampilan gerak yang baik

Soal

50. Servis dalam bulutangkis dilakukan dengan mata mengarah ke:

A. Raket

B. Tangan yang memegang shutlecock

C. Shutlecock

D. Depan

E. Lawan

Kunci Jawaban

Kunci: D

Pembahasan

Pukulan servis adalah pukulan yang memiliki maksud di dalam melempar bola ke area lapangan lawan dengan diagonal. Yang mana tujuannya untuk memulai permainan. Untuk pukulan servis bisa dilakukan dengan forehead atau dengan cara backhand. Bisa juga dengan pukulan service panjang, mendatar maupun dengan servis cambuk. Tatapan mata pada saat servis harus melihat ke depan.

Demikian tadi pembahasan Contoh Soal Pretest PPG Untuk Penjas Materi Profesional yang dapat bloggers sajikan, untuk contoh lainnya, sobat dapat membacanya pada artikel-artikel lain yang ada di bloggers.

Soal Pretest PPG Penjas Untuk Materi Profesional Nomer 31- 40

Contoh Soal Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 21 – 30

Soal Latihan Pretest PPG Penjas Materi Pedagogik nomer 16 – 20

Latihan Soal Pretest PPG Penjas Materi Pedagogik nomer 11 – 15

Soal Pretest PPG Pedagogik Penjas Materi Pedagogik nomer 6 – 10

Latihan Pretest PPG Pedagogik Penjas Materi Pedagogik nomer 1-5

Semoga dapat bermanfaat bagi sobat semuanya yang sedang mempersiapkan diri menghadapi pretest PPG dalam Jabatan. dan semoga mendapatkan hasil yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *