Contoh Soal Pretest PPG Penjas Materi Profesional

Contoh Soal Pretest PPG Penjas Materi Profesional – Hai sobat bloggers, kali ini kita akan membahas contoh contoh soal latihan pretest PPG Penjas untuk materi profesional. Soal yang akan bloggers berikan mengacu pada kisi-kisi Uji Pengetahuan (UP) Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) sebagai hasil evaluasi akhir para peserta PPG, baik untuk kompetensi pedagogik maupun profesional.

Untuk soal dan pembahasan kompetensi pedagogik yang akan bloggers bahas kali ini disusun untuk menilai dan mengevaluasi kemampuan peserta PPG dalam (1) merencanakan pembelajaran yang mendidik, (2) merancang penilaian, menilai, dan mengevaluasi pembelajaran dan (3) mengadaptasi dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Berikut bloggers sajikan beberapa contoh soal latihan pretest PPG Penjas untuk materi profesional

Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 21

Indikator Essensial

Mampu menguraikan kriteria keilmuan yang mencakup aspek ontologi, dan epistemologi dalam sebuah disiplin ilmu keolahragaan

Soal

21. Obyek material ilmu keolahragaan adalah:

A. Biomekanika

B. Ilmu gizi

C. Manusia yang bergerak

D. Tubuh manusia

E. Sarana prasarana

Kunci Jawaban

Kunci: C

Pembahasan

Dalam kajian epistemologis, obyek formal ilmu pengetahuan meliputikerangka teori yang membantu perspektif penelitidalam melihat obyek material. Contoh obyek formal adalah ekonomi, biologi, fi siologi. Sedang obyek material meliputiapa yang diteliti. Misalnya: benda hidup untuk biologi, masyarakat untuk sosiologi, dan gerak manusia untuk ilmu keolahragaan

Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 22

Indikator Essensial

Mampu menguraikan kriteria keilmuan yang mencakup aspek aksiologi dalam sebuah disiplin ilmu keolahragaan

Soal

22. Dalam pilar fi lsafat, kajian tentang manfaat ilmu keolahragaan disebut sebagai:

A. Aksiologi

B. Ontologi

C. Metafi sika

D. Epistemologi

E. Logika

Kunci Jawaban

Kunci: A

Pembahasan

Tiga pilar fi lsafat meliputiontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi ilmu keolaharagaan mempelajari tentang hakikat, asal usul, dan eksistensi ilmu keolahragaan. Epistemologi mengkaji benarsalah atas sesuatu yang ada (eksis). Dalam ilmu keolahragaan, perspektif epistemologi memfokuskan pada bagaimana kebenaran dapat dicapai, apa langkah-langkah dan metodenya. Sedangkan aksiologi membahas tentang etika, estetika, dan manfaat ilmu. Oleh sebab itu, manfaat ilmu keolahragaan menjadi bagian yang dikaji dalam aksiologi.

Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 23

Indikator Essensial

Mampu menguraikan fenomena gerak manusia melalui perilaku gerak (bermain, berolahraga, dan berlatih) dalam disiplin ilmu keolahragaan

Soal

23. Akar olahraga adalah manusia yang bermain. Ciri-ciri suatu aktivitas dapat disebut permainan adalah:

A. Serius

B. Menggunakan lapangan

C. Tujuannya untuk aktivitas permainan itu sendiri

D. Melibatkan banyak orang

E. Adanya wasit

Kunci Jawaban

Kunci: C

Pembahasan

Permainan adalah bentuk aktivitas yang menyenangkan yang dilakukan semata-mata untuk aktivitas itu sendiri, bukan karena ingin memperoleh sesuatu yang dihasilkan dari aktivitas tersebut.

Baca Juga  Jawaban Lembar Aktivitas 9 Halaman 62 Sejarah Kelas X SMA/K

Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 24

Indikator Essensial

Mampu menjelaskan sejarah olimpiade kuno

Soal

24. Olimpiade kuno dilaksanakan di kota:

A. Athena

B. Olympia

C. Santorini

D. Yunani

E. Evosmos

Kunci Jawaban

Kunci: B

Pembahasan

Olimpiade kuno dilaksanakan pertama kali pada tahun 776 sebelum masehi di kota Olympia yang merupakan wilayah “negara” Yunani. Sedangkan olimpiade modern dihidupkan lagi pada tahun 1896 di kota Athena, di negara Yunani. Penggagas utama olimpiade modern adalah bangsawan Perancis bernama Pierre Fredy Baron de Coubertin

Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 25

Indikator Essensial

Mampu menjelaskan sejarah olimpiade modern

Soal

25. Pada abad ke 19, Olimpiade modern kembali dihidupkan kembali dengan pelopor seorang bangsawan

Perancis yang bernama:

A. Robert Baden-Powell

B. Thomas Alva Edison

C. Olimpus

D. Pierre Fredy Baron de Coubertin

E. Zinadine Zidane

Kunci Jawaban

Kunci: D

Pembahasan

Olimpiade kuno dilaksanakan pertama kali pada tahun 776 sebelum masehi di kota Olympia yang merupakan wilayah “negara” Yunani. Sedangkan olimpiade modern dihidupkan lagi pada tahun 1896 di kota Athena, di negara Yunani. Penggagas utama olimpiade mo dern adalah bangsawan Perancis bernama Pierre Fredy Baron de Coubertin.

Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 26

Indikator Essensial

Mampu menguraikan aspek perkembangan gerak

Soal

26. Tahapan perkembangan berjalan anak dari usia 0-5 tahun adalah sebagai berikut:

A. Berjingkat, berjalan merambat, berjalan mundur, berlari

B. Berjalan dituntun, berjalan cepat, berlari

C. Berjalan berpegangan, berjalan mundur, berjalan jinjit, meni􀆟

D. Merangkak, berjalan mengikutigerakan binatang, melompat, berlari

E. Berlari, berdiri, merangkak

Kunci Jawaban

Kunci: C

Pembahasan

Motorik kasar merupakan gerakan otot-otot besar. Yakni gerakan gerakan yang dihasilkan otot-otot besar sepertiotot tungkai dan lengan yang biasannya dilakukan melalui gerakan menendang, menjejak, me raih, dan melempar.

Berikut ini adalah gerakan motorik kasar pada usia-usia tertentu.

(1) Usia 6-12 bulan : Duduk tanpa dibantu, merangkak, bangkit dan berdiri tanpa bantuan, berjalan dengan di bantu/ dibimbing, meniru menggelindingkan bola.

(2) Usia 13-24 bulan/2 tahun: Berjalan sendiri, ber jalan mundur, menarik dan mendorong alat permainan, duduk sendiri, naik dan turun tangga dengan pertolongan, bergoyang-goyang mengikutiirama musik.

(3) Usia 25-36 bulan/3 tahun : Lari tanpa jatuh, lompat ditempat dengan kedua kaki jatuh bersamaan, berdiri dengan satu kaki, berjingkat diatas jari-jari kaki, menendang bola.

(4) Usia 36-48 bulan/4 tahun : Lari menghindari hambatan/rintangan, berjalan diatas garis, meloncat dengan satu kaki, dapat berdiri dengan satu kaki dan berdiri dengan ujung jari kaki, mendorong, menarik, mengemudikan permainan beroda tiga, mengendarai sepeda roda tiga, melempar bola diatas kepala, menangkap bola yang dilemparkan kepadannya.

(5) Usia 49-60 bulan/5 tahun : Berjalan mundur dengan tumit berjingkat/jinjit, lompat kedepan sepuluh kali tanpa terjatuh, naik turun tangga dengan kaki berganti-ganti(kanan-kiri).

Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 27

Indikator Essensial

Mampu menguraikan perbedaan gerak non-lokomotor, lokomotor dan manipulatif dalam implementasi terhadap aktivitas penjas dan olahraga

Soal

27. Menggiring bola dengan kaki termasuk gerak:

A. Manipulatif

B. Non-lokomotor

C. Sepakbola

D. Lokomotor

E. Otomatisasi

Kunci Jawaban

Kunci: A

Pembahasan

Gerak lokomotor adalah gerakan yang ditandai dengan adanya perpindahan tempat, contohnya jalan, lari, lompat, dan mengguling. Sebaliknya, gerak non-lokomotor adalah gerak tubuh yang meminimalkan atau tanpa ada perpindahan tempat. Contoh gerak non-lokomotor adalah meliukkan badan, mengayunkan tangan, membungkuk. Gerak manipulatif adalah gerakan atas suatu obyek. Contohnya, menangkap bola, memukul benda, menggiring bola, memvoli.

Baca Juga  Soal Pretest PPG Pedagogik Penjas

Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 28

Indikator Essensial

Mampu menjelaskan aspek kognitif, emosi dan fi sik dalam pengaruh gerak yang terampil

Soal

28. Guru dapat membantu perkembangan motorik anak secara emosional dengan cara:

A. Memodifi kasi sarana dan prasarana

B. Memotivasi anak untuk bergerak

C. Mengkritik kesalahan gerak

D. Memberikan latihan drill

E. Membiarkan anak bermain

Kunci Jawaban

Kunci: B

Pembahasan

Perkembangan motorik anak ditentukan oleh banyak faktor. Misalnya, gizi, lingkungan sosial maupun alam, dan dukungan emosional. Dukungan emosional dari orang dewasa di sekitar anak (orangtua, guru, atlet role model) akan memberikan motivasi Anak untuk mencoba tugas gerak baru dan mengulangnya sampai tingkat mahir.

Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 29

Indikator Essensial

Mampu menguraikan fase-fase belajar gerak

Soal

29. Urutan fase-fase belajar Gerak adalah:

A. Asosiatif, otomatisasi, kognitif

B. Otomatisasi, asosiatif, kognitif

C. Kognitif, asosiatif, otomatisasi

D. Kognitif, otomatisasi, asosiatif

E. Asosiatif, kognitif, otomatisasi

Kunci Jawaban

Kunci: C

Pembahasan

Tingkat kognitif ditandai oleh usaha terutama pelaku untuk ketrampilan baru, yang paling lambat dan tidak tetap. Dibutuhkan perhatian kognitif yang cukup untuk menampilkan ketrampilan itu. Tatkala seseorang baru memulai mempelajari sesuatu tugas; katakanlah keterampilan motorik, maka yang menjadi pertanyaan baginya ialah, bagaimana cara melakukan tugas itu. Dia membutuhkan informant mengenai cara melaksanakan tugas gerak yang bersangkutan. Karena itu, pelaksanaan tugas gerak itu diawali dengan penerimaan informasi dan pembentukan pengertian, termasuk bagaimana penerapan informasi atau pengetahuan yang diperoleh.

Pada tahap kognitif ini, sering juga terjadi kejutan berupa peningkatan yang besar dibandingkan dengan kemajuan pada tahap-tahap berikutnya. Pada tahap itu juga, bukan mustahil siswa yang bersangkutan mencoba-coba dan kemudian sering juga salah dalam melaksanakan tugas gerakan. Gerakannya memang masih nampak kaku, kurang terkoordinasi, kurang efi sien, bahkan hasilnya tidak konsisten.

Contoh: Seorang pemula dalam bulutangkis mampu melakukan pukulan service yang “halus” (yakni cock melayang rendah di alas faring dan masuk ke petak service), namun keterampilan tersebut hanya sekali-kali dapat dilakukannya. Pelaku masih mencari-cari hubungan antara cara melaksanakan dan hasil yang dicapai. Karena itu, masih belum terbentuk satu pola gerak yang konsisten. Siswa yang bersangkutan dihadapkan dengan tugas yakni apa yang harus dilakukan, sehingga tahap pertama ini oleh Adams disebut tahap verbal-motor.

Tahap Asosiatif ditandai oleh semakin efektif cara-cara siswa melaksanakan tugas gerak, dan dia mulai mampu menyesuaikan diri dengan keterampilan yang dilakukan. Akan nampak penampilan yang terkoordinasi dengan perkembangan yang terjadi secara bertahap, dan lambat laun gerakan semakin konsisten. Kemampuan melakukan gerakan dengan obyek/kejadian dari luar dan juga memperbaiki kekurangan sepertiperhatian tentang melakukan gerakan diri sendiri, membiarkan siswa untuk mulai melakukan hal-hal yang baru. Hal ini juga menguntungkan dalam kemampuan untuk beradaptasi ke dalam gerakan yang disesuaikan pada berbagai kondisi lingkungan.

Contoh: Jika seorang pemula belajar menembakkan bola ke dalam ring dalam permainan bola basket hanya hampu memasukkan 2-3 tembakan dari 10 kesempatan, maka memasuki tahap asosiatif ini, dia makin paham tentang misalnya berapa kira-kira tenaga yang harus dikerahkan, atau bagaimana peranan dari pergelangan kaki dan jarijari untuk mengendalikan bola. Gerakannya tidak lagi untung-untungan, tapi makin konsisten. Artinya, gerakannya makin terpola, dan dia semakin menyadari kaitan antara gerak dan hasil yang dicapai. Pada tahap ini, seperti dikemukakan beberapa penulis (misalnya, Adams, l971: Fi􀆩 s. 1964), tahap verbal semakin ditinggalkan dan si pelaku memusatkan perhatiannya pada aspek bagaimana melakukan pola gerak yang baik, ketimbang mencari-cari pola mana yang akan dihasilkan. Dalam eksperimen belajar motorik, tahap itu oleh Adams disebut motor stage (tahap motorik).

Baca Juga  Contoh Soal Pretest PPG PGSD Muatan IPS

Dalam tahap otomatisasi siswa memerlukan latihan dengan waktu yang lama. Sebenarnya tahap akhir ini tidak semua siswa akan mencapainya. Di dalam tahap otomatisasi, penampilan mencapai tingkat kecakapan yang paling tinggi dan telah menjadi otomatisasi . Perhatian siswa selama tahap ini direlokasikan kepada pengambilan keputusan yang strategis. Sebagai tambahan, tugas-tugas ganda dapat dilaksanakan secara serempak. Akhirnya, siswa-siswa di dalam tahap ini bersifat konsisten, merasa yakin/ percaya diri, membuat sedikit; kesalahan dan secara umum dapat mendeteksi dan mengoreksi kesalahan yang mereka lakukan.

Contoh: Seorang pemain bola basket yang telah mahir, mampu menembakkan bola secara efektif ke ring meskipun dalam keadaan posisi yang sulit, misalnya karena dia dijaga ketat oleh lawan. Yang menarik bagi kita ialah dalam melaksanakan tugas itu si pelaku tak seberapa banyak menumpahkan perhatiannya kepada tugas yang sedang dikerjakannya. Selama kegiatan ini hanya sedikit perhatian kognitif yang dibutuhkan agar pelaku dapat memusatkan perhatian pada faktor lingkungan yang mempengaruhi strategi dan penampilan.

Contoh Soal Pretest PPG Penjas Materi Profesional

Pretest PPG Penjas Materi Profesional Nomer 30

Indikator Essensial

Mampu mengimplemen-tasikan fasefase belajar gerak dalam aktivitas penjas dan olahraga

Soal

30. Menyampaikan materi servis bawah pada permainan bola voli dengan cara mengulang-ulang

gerakannya akan lebih cocok untuk siswa yang masih dalam tahap belajar gerak:

A. Asosiatif

B. Afektif

C. Psikomotor

D. Otomatisasi

E. Motorik

Kunci Jawaban

Kunci: A

Pembahasan

Tahap Asosiatif ditandai oleh semakin efektif cara-cara siswa melaksanakan tugas gerak, dan dia mulai mampu menyesuaikan diri dengan keterampilan yang dilakukan. Akan nampak penampilan yang terkoordinasi dengan perkembangan yang terjadi secara bertahap, dan lambat laun gerakan semakin konsisten. Kemampuan melakukan gerakan dengan obyek/kejadian dari luar dan juga memperbaiki kekurangan sepertiperhatian tentang melakukan gerakan diri sendiri, membiarkan siswa untuk mulai melakukan hal-hal yang baru. Hal ini juga menguntungkan dalam kemampuan untuk beradaptasi ke dalam gerakan yang disesuaikan pada berbagai kondisi lingkungan.

Contoh: Jika seorang pemula belajar menembakkan bola ke dalam ring dalam permainan bola basket hanya hampu memasukkan 2-3 tembakan dari 10 kesempatan, maka memasuki tahap asosiatif ini, dia makin paham tentang misalnya berapa kira-kira tenaga yang harus dikerahkan, atau bagaimana peranan dari pergelangan kaki dan jarijari untuk mengendalikan bola. Gerakannya tidak lagi untung-untungan, tapi makin konsisten. Artinya, gerakannya makin terpola, dan dia semakin menyadari kaitan antara gerak dan hasil yang dicapai. Pada tahap ini, sepertidikemukakan beberapa penulis (misalnya, Adams, l971: Fi􀆩 s. 1964), tahap verbal semakin ditinggalkan dan si pelaku memusatkan perhatiannya pada aspek bagaimana melakukan pola gerak yang baik, ketimbang mencari-cari pola mana yang akan dihasilkan. Dalam eksperimen belajar motorik, tahap itu oleh Adams disebut motor stage (tahap motorik).

Demikian tadi pembahasan Soal Pretest PPG Penjas yang dapat bloggers sajikan, untuk contoh lainnya, sobat dapat membacanya pada artikel-artikel lain yang ada di bloggers.

Soal Latihan Pretest PPG Penjas Materi Pedagogik nomer 16 – 20

Latihan Soal Pretest PPG Penjas Materi Pedagogik nomer 11 – 15

Soal Pretest PPG Pedagogik Penjas Materi Pedagogik nomer 6 – 10

Latihan Pretest PPG Pedagogik Penjas Materi Pedagogik nomer 1 – 5

Semoga dapat bermanfaat bagi sobat semuanya yang sedang mempersiapkan diri menghadapi pretest PPG dalam Jabatan. dan semoga mendapatkan hasil yang baik

Pencarian Populer : https://bloggers id/pendidikan/contoh-soal-pretest-ppg-penjas-materi-profesional html/16653/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *