Ayo, Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 67

Ayo, Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 67

Ayo, Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 67 – Halo Sobat Bloggers, kali ini kita akan membahas tentang “Ayo, Kita Diskusikan” IPA kelas 9 semester 2 halaman 67 Dengan adanya pembahasan ini diharapkan Sobat Bloggers dapat memahami tentang jagung transgenik.

Ayo, Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 67

Perhatikan Gambar 7.12!

Jagung pada gambar bagian atas merupakan jagung transgenik. Jagung tersebut memiliki sifat tahan hama dibandingkan dengan jagung pada umumnya. Coba kamu diskusikan dengan kelompokmu pertanyaan berikut.

  1. Bagaimana prosedur untuk menghasilkan jagung yang memiliki sifat tahan hama?
  2. Analisislah mengapa jagung transgenik mampu memiliki sifat tahan hama dan tidak seperti pada jagung biasa?
  3. Apa manfaat dikembangkannya jagung tahan hama bagi manusia?

Jawaban Ayo, Kita Diskusikan IPA Kelas 9 Halaman 67

  1. Jagung dengan sifat tahan hama dibuat dengan memanfaatkan teknik rekayasa genetika. Rekayasa genetika merupakan suatu kegiatan manipulasi gen untuk mendapatkan produk baru dengan cara membuat DNA rekombinan melalui penyisipan gen. DNA rekombinan adalah DNA yang urutannya telah direkombinasikan agar memiliki sifat-sifat atau fungsi yang kita inginkan sehingga organisme penerimanya mengekspresikan sifat atau melakukan fungsi yang kita inginkan. Penyisipan gen pada suatu tanaman membutuhkan proses yang sulit dan panjang. Untuk menyisipkan sebuah gen pada sel tumbuhan, kita membutuhkan vektor tertentu. Vektor adalah organisme yang berfungsi sebagai kendaraan pembawa materi genetik yang akan disisipkan. Sel tumbuhan tidak memiliki plasmid seperti bakteri sehingga pilihan vektor yang berpotensi untuk memasukkan gen ke dalam sel tanaman juga terbatas. Vektor terbaik untuk menyisipkan gen pada tanaman adalah Agrobacterium tumefaciens. Hal ini karena bakteri tersebut memiliki Ti-plasmid (Tumor Inducing Plasmid) yang dapat berintegrasi ke dalam DNA tumbuhan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menyisipkan gen pada suatu sel tanaman.
    • Menyiapkan potongan DNA yang mengandung gen tertentu, misalnya gen “tahan serangan hama” dari makhluk hidup lain. Pemotongan DNA dibantu oleh enzim restriksi (enzim pemotong).
    • Menyiapkan vektor (perantara) misalnya menggunakan plasmid Ti yang diambil dari bakteri Agrobacterium tumefaciens atau menggunakan virus tertentu. Plasmid adalah suatu DNA dalam bakteri yang berbentuk sirkuler dan mampu melakukan duplikasi secara mandiri. Secara alami plasmid dapat ditransfer ke dalam sel lain dengan membawa gen tertentu.
    • Menggabung (merekombinasi) potongan DNA yang mengandung gen tertentu dengan plasmid Ti menggunakan enzim ligase, sehingga dihasilkan plasmid Ti yang telah mengandung gen “tahan serangan hama”.
    • Memasukkan plasmid Ti yang telah mengandung gen “tahan serangan hama” pada sel-sel tanaman.
    • Tanaman akan mendapatkan DNA yang mengandung gen “tahan serangan hama” dan tumbuh menjadi tanaman yang memiliki sifat tahan terhadap serangan hama.
  1. Jagung transgenik lebih tahan hama dibandingkan dengan jagung biasa karena pada tanaman jagung tahan hama disisipi gen yang mampu menghasilkan racun bagi hama. Oleh karena itu, ketika ada hama yang memakan bagian tanaman jagung, hama akan mati.
  2. Manfaat dikembangkannya jagung tahan hama antara lain meningkatkan kualitas jagung, karena jagung menjadi tahan hama. Teknik transgenik juga perlu dikembangkan untuk mengembangkan berbagai produk pangan yang memiliki kualitas unggul.
Baca Juga  Kunci Jawaban Bacaan Siklus Air Kelas 5 Tema 8 Subtema 1

Rangkuman

  1. Bioteknologi merupakan penerapan prinsip-prinsip biologi, biokimia, ilmu rekayasa, serta ilmu lainnya dalam pengolahan bahan dengan memanfaatkan makhluk hidup dan komponen-komponennya untuk menghasilkan barang dan jasa, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan manusia.
  2. Bioteknologi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
  3. Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk dan jasa, misalnya jamur dan bakteri yang menghasilkan enzim-enzim tertentu untuk melakukan metabolisme tubuh sehingga diperoleh produk yang diinginkan.
  4. Bioteknologi modern dalam produksi pangan dilakukan dengan menerapkan teknik rekayasa genetika. Rekayasa genetika adalah kegiatan manipulasi gen untuk mendapatkan produk baru dengan cara memanipulasi materi genetik, baik dengan cara menambah atau menghilangkan gen tertentu.

  1. Contoh produk bioteknologi konvensional adalah tapai, tempe, yoghurt, keju, dan kecap. Contoh produk bioteknologi modern adalah organisme transgenik.
  2. Bioteknologi banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang di antaranya dalam bidang pangan, pertanian, peternakan, kesehatan, lingkungan, dan forensik.
  3. Pada pembuatan tapai terlibat kerja sama mikroorganisme yaitu Saccharomyces cerevisiae, jamur Aspergillus sp., dan bakteri Acetobacter aceti.
  4. Yoghurt merupakan makanan yang dihasilkan dari fermentasi susu dengan bantuan bakteri Lactobacillus casei, Streptococcus thermophillus, Lactobacillus bulgaricus, dan Bifidobacteria.
  5. Keju merupakan makanan yang dihasilkan dari proses koagulasi atau pengentalan protein kasein susu dengan bantuan rennet dan bakteri asam laktat seperti Lactococcus sp., Lactobacillus bulgaricus, dan Streptococcus thermophillus.

  1. Proses pembuatan tempe juga melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Rhizopus oryzae dan Rhizopus oligosporus.
  2. Proses pembuatan kecap melibatkan proses hidrolisis dan fermentasi dengan menggunakan jamur Aspergillus oryzae, Aspergillus sojae, dan Aspergillus wentii.
  3. Melalui rekayasa genetika mampu diciptakan bibit unggul yang akan memberikan produk bermutu tinggi, misalnya tahan terhadap hama atau mampu menambah nilai gizi, seperti dikembangkannya golden rice yang mengandung vitamin A.
  4. Aplikasi bioteknologi dalam bidang peternakan yaitu peningkatan produksi susu dilakukan dengan cara memproduksi hormon bovine somatotropin (bST), pengembangan hewan ternak sehingga tahan terhadap penyakit, dan memiliki pertumbuhan yang cepat.
Baca Juga  Jawaban Ayo, Kita Lakukan IPA Kelas 9 Halaman 157

  1. Aplikasi bioteknologi dalam bidang kesehatan misalnya dihasilkannya antibiotik, vaksin, hormon insulin sintetis, dan antibodi monoklonal.
  2. Dalam bidang forensik, bioteknologi banyak dimanfaatkan dalam proses investigasi menggunakan teknik DNA fingerprinting.
  3. Bioteknologi juga banyak digunakan dalam bidang lingkungan, misalnya melalui bioremediasi, yaitu pemanfaatan bakteri untuk mendegradasi atau menguraikan polutan yang mencemari lingkungan.
  4. Selain membawa manfaat ternyata bioteknologi dapat merugikan manusia, misalnya: a. Produk bioteknologi hasil rekayasa genetika dapat menyingkirkan plasma nutfah, yaitu jenis makhluk hidup yang masih memiliki sifat asli; b. Produk makanan beralkohol menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bila dikonsumsi.

Nah, itu dia pembahasan Ayo, Kita Diskusikan IPA kelas 9 semester 2 halaman 67 tentang jagung transgenik. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat membantu Sobat Bloggers semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *