Bacaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi Kelas 4

Bacaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi Kelas 4 – hai, sobat Bloggers, Kali ini kita akan membahas Bacaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi yang terdapat pada Buku Siswa Kelas 4 tema 1 Subtema 3 Pembelajaran 3. Pernahkan kamu bermain Engklek? Permainan ini adalah permainan tradisional yang sangat banyak dimainkan oleh anak-anak di Indonesia. Engklek merupakan permainan lompat pada bidang datar yang digambar di atas tanah. Permainan Engklek biasa dimainkan oleh dua sampai lima orang.

Mau tahu cara bermainnya? Ayo, kita coba! Sebelumnya kamu harus mendiskusikan dengan temanmu cara bermainnya.

Bacaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi Halaman 145

Permainan Engklek

Jumlah Pemain:

Dua sampai lima orang.

Peralatan:

  • Gacuk/pecahan genting
  • Kapur/tepung untuk garis batas

Cara Bermain:

  • Lompatlah dengan menggunakan satu kaki di setiap petak-petak yang telah digambar.
  • Siapkanlah gacuk sebelum bermain.
  • Lemparlah gacuk ke salah satu petak.
  • Petak yang ada gacuk-nya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain.
  • Lompatlah ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak-petak yang ada.
  • Pilihlah sebuah petak yang dijadikan sawah setelah menyelesaikan satu putaran. Petak itu boleh diinjak dengan dua kaki. Pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan.
  • Pemain yang memiliki sawah yang paling banyak adalah pemenangnya.

Baca Juga : Jawaban Bacaan Mozaik Kreasi Bersama

Permainan Engklek memerlukan keterampilan lokomotor, yaitu kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh sehingga seluruh tubuh berpindah tempat. Keterampilan lokomotor sangat penting untuk mengukur kemampuan motorikmu.

Beberapa keterampilan lokomotor dasar yang perlu kamu kuasai adalah:

  • berjalan
  • berlari
  • melompat

1. Apa saja keterampilan lokomotor yang kamu perlukan dalam permainan engklek?

Jawaban : Gerakan lokomotor yang terdapat dalam permainan engklek di antaranya adalah berjalan dengan 1 kaki, berlari, dan melompat.

2. Apakah kamu dapat melakukan keterampilan tersebut dengan baik?Jelaskan.

Baca Juga  Bacaan Sigap Membantu Sesama Kelas 4

Jawaban : sobat bloggers dapat menjelaskan ketrampilan lokomotor yang sudah dikuasai dan belum dikuasai.

Bacaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi Halaman 147

Ceritakan pengalamanmu bermain engklek kepada temanmu.

Apa kesulitan yang kamu temui ketika bermain engklek? Apa yang berhasil kamu capai? Apa manfaat permainan engklek bagimu?

Selain permainan Engklek, bangsa Indonesia juga mempunyai banyak permainan yang diwariskan secara turun-temurun. Mari kita cari tahu lebih jauh tentang budaya Fahombo Batu atau Lompat Batu yang biasa dilakukan oleh Masyarakat Nias.

Baca Juga :Jawaban Bacaan Pawai Budaya Kelas 4 Tema 1

Fahombo Batu

fahombo batu kelas 4

Tradisi Fahombo Batu berasal dari suku Nias. Suku Nias berasal dari Pulau Nias yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera. Lompat batu atau yang dikenal dengan Fahombo Batu merupakan ciri khas masyarakat Nias.

Tradisi melompati batu dilakukan oleh kaum laki-laki, khusunya pemuda. Mereka harus melompati susunan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 cm. Tradisi ini bertujuan untuk menunjukkan kekuatan dan ketangkasan para pemuda yang melakukannya.

Seseorang yang berhasil melakukan tradisi ini dianggap hebat, baik bagi dirinya maupun keluarga dan masyarakat.

Dengarkan gurumu saat bercerita. Tulislah gagasan pokok dan pendukungnya pada diagram yang ada.

paragraf fahombo batu

Baca Juga : Bacaan Dodol Betawi Mak Salmah Kelas 4

Diskusikan dengan temanmu gagasan-gagasan yang telah kamu hasilkan.  Dengarkan lagi cerita selanjutnya dari gurumu. Lakukan hal yang sama dengan mengisi diagram setelahnya. Sampaikan hasilnya kepada gurumu.

Jawaban Bacaan Fahombo Batu

ParagrafGagasan PokokGagasan Pendukung
Paragraf 1Tradisi Fahombo Batu berasal dari suku Nias.Suku Nias berasal dari Pulau Nias yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera. Lompat batu atau yang dikenal dengan Fahombo Batu merupakan permainan khas masyarakat Nias.
Paragraf 2Tradisi melompati batu dilakukan oleh kaum laki-laki, khusunya bagi para pemudaMereka harus melompati susunan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 cm. Tradisi ini bertujuan untuk menunjukkan kekuatan dan ketangkasan para pemuda yang melakukannya.
Paragraf 3Seseorang yang berhasil melakukan tradisi ini dianggap hebatDianggap hebat baik bagi dirinya maupun keluarga dan masyarakat.

Setelah kamu mengenal tradisi Fahombo Batu, sekarang saatnya kamu mengenal keunikan budaya yang ada di daerahmu. Apakah di daerahmu juga terdapat budaya yang unik?

Baca Juga  Bacaan Wedang Jahe Buatan Ibu Kelas 4

Jawaban : Sobat bloggers dapat menceritakan permainan tradisional yang ada di daerah masing-masing yang sering kalian mainkan di rumah.

Contoh Bermain gobak sodor

Cara Bermain Gobak Sodor

  • Membuat garis-garis penjagaan dengan kapur seperti lapangan bulu tangkis, bedanya tidak ada garis yang rangkap.
    • Membagi pemain menjadi dua tim, satu tim terdiri dari 3 – 5 atau dapat disesuaikan dengan jumlah peserta. Satu tim akan menjadi tim “jaga” dan tim yang lain akan menjadi tim “lawan”.
    • Anggota tim yang mendapat giliran “jaga” akan menjaga lapangan , caranya yang dijaga adalah garis horisontal dan ada juga yang menjaga garis batas vertikal. Untuk penjaga garis horisontal tugasnya adalah berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi seorang yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal maka tugasnya adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.
    • Sedangkan tim yang menjadi “lawan”, harus berusaha melewati baris ke baris hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal.

Baca Juga : Bisnis Makanan Ringan Kekinian Pasti Menguntungkan

Aturan Permainan Gobak Sodor

  • Pemain terbagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari 3 – 5 orang (disesuaikan).Jika 1 kelompok terdiri dari 5 orang maka lapangan dibagi menjadi 4 kotak persegi panjang, yang berukuran 5m x 3m (disesuaikan).Tim “jaga” bertugas menjaga agar tim “lawan” tidak bisa menuju garis finish.Tim “lawan” berusaha menuju garis finish dengan syarat tidak tersentuh tim “jaga” dan dapat memasuki garis finish dengan syarat tidak ada anggota tim “lawan” yang masih berada di wilayah start.Tim “lawan” dikatakan menang apabila salah satu anggota tim berhasil kembali ke garis start dengan selamat (tidak tersentuh tim lawan).Tim “lawan” dikatakan kalah jika salah satu anggotanya tersentuh oleh tim “jaga” atau keluar melewati garis batas lapangan yang telah ditentukan. Jika hal tersebut terjadi, maka akan dilakukan pergantian posisi yaitu tim “lawan” akan menjadi tim “jaga”, dan sebaliknya.

Bacaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi Halaman 151

Pemantulan dan Penyerapan Bunyi Halaman 151

Beberapa permainan tradisional membutuhkan teriakan pemainnya. Semakin banyak yang berteriak, semakin banyak pula suara yang kita dengar. Pernahkah kamu mencoba berteriak di lapangan? Apa yang terjadi? Bandingkan juga ketika kamu berteriak di kamar mandi. Apa perbedaannya?

berteriak

Jawaban : Ketika berteriak di kamar mandi akan terjadi gaung akibat pemantulan gelombang bunyi. Sementara saat berteriak di lapangan tidak ada pemantulan gelombang bunyi, sehingga tidak terjadi gaung.

Pemantulan dan Penyerapan Bunyi gendang

Kita bisa menemui gendang di banyak wilayah di Indonesia. Pernahkah kamu memperhatikan  bagaimana bunyi pada gendang? Gendang dapat berbunyi jika kulit gendang dipukul. Saat dipukul, kulit gendang bergetar. Getaran ini menghasilkan bunyi. Bunyi tersebut masuk ke sebuah rongga yang terdapat di bawah kulit. Bentuk rongga memengaruhi bunyi yang dihasilkan. Makin kecil dan panjang rongga pada gendang, makin nyaring bunyi yang dihasilkan.

Baca Juga  Jawaban Bacaan Organ Gerak Manusia dan Hewan Kelas 5

Baca Juga : Cara Membuat Template Twibbonize Transparan

Bacalah teks tentang Pemantulan dan Penyerapan Bunyi agar kamu lebih paham!

Pemantulan dan Penyerapan Bunyi

Bunyi dapat dipantulkan dan diserap.

1. Pemantulan Bunyi

Sebuah kelereng yang kita lempar ke dinding yang keras akan mengalami pemantulan, demikian juga dengan bunyi. Bunyi juga dapat memantul, jika dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras, seperti kayu, kaca, dinding, atau besi.

2. Penyerapan Bunyi

Bunyi juga dapat diserap. Benda-benda yang dapat menyerap bunyi adalah benda yang permukaannya lunak. Benda yang demikian disebut peredam bunyi, misalnya karpet, goni, kertas, kain, busa, dan wol. Benda-benda tersebut dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gaung atau kerdam. Dinding dan langit-langit gedung pertemuan, studio rekaman, dan gedung bioskop dilapisi dengan bahan-bahan tersebut supaya tidak terjadi gaung atau kerdam.

Baca Juga : Cara menggabungkan file PDF untuk Mac dan Windows

Macam-Macam Bunyi Pantul

1. Gaung atau Kerdam

Gaung atau kerdam terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya tidak jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli yang belum selesai terucapkan. Akibatnya, bunyi pantul mengganggu bunyi asli sehingga suara yang terdengar tidak jelas.

2. Gema

Gema terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul setelah bunyi asli selesai terucapkan. Jadi, bunyi pantul yang terdengar lengkap sesudah bunyi asli.

Gema sering terjadi di gua-gua, lembah-lembah, dan bukit-bukit yang jaraknya jauh serta permukaannya keras dan rapat. Selain itu, gema juga dapat dipergunakan untuk mengukur kedalaman jurang atau gua.

Baca Juga : Poster HUT DKI Jakarta 494 Tahun 2021

Bersama teman kelompokmu, lakukan beberapa percobaan berikut.

  • Ambil beberapa botol atau alat lainnya yang menghasilkan bunyi seperti ember, gelas atau kaleng.
  • Bunyikan peralatan tersebut di dalam ruangan.
  • Bunyikan peralatan tersebut di luar ruangan
  • Catat hasilnya dan bandingkan.

Sobat bloggers dapat melakukan percobaan bersama dengan teman teman dengan memperhatikan petunjuk yang diberikan oleh guru. Kemudian buatlah laporan seperti yang dilakukan pada pembelajaran sebelumnya.

Kesimpulan

Demikianlah Pembahasan Bacaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi yang terdapat pada Buku Siswa Kelas 4 tema 1 Subtema 3. Praktikan pemantulan dan penyerapan bunyi di rumah bersama temanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *