Kelainan Organ Gerak Pasif (Tulang) Kelas 5 Tema 1

Bloggers.id – Kelainan Organ Gerak Pasif (Tulang) Kelas 5 Tema 1 – hai sobat bloggers, kali ini kita akan membahas jawaban buku tema kelas 5 tema 1 subtema 3 pembelajaran 2. Tangantangan dan kaki para pengrajin gerabah begitu cekatan dan terampil membentuk tanah liat menjadi gerabah-gerabah yang bernilai seni tinggi. Dari situ dapat kamu lihat betapa rangka dan otot, khususnya pada tangan dan kaki mampu berfungsi dengan baik. Apa yang akan terjadi jika salah satu organ gerak tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya?

Selesai memilih gerabah yang akan dibeli, Lani diajak ayahnya untuk ke belakang rumah, tempat memproduksi berbagai macam gerabah. Banyak pengrajin yang sedang bekerja. Semua pengrajin memiliki pembagian tugas masing-masing. Ada yang membuat adonan dari tanah liat. Ada yang sedang mencetak. Ada yang menjemur dan membakar gerabah-gerabah yang baru setengah jadi. Ada juga yang sedang mewarnai gerabah-gerabah yang telah kering.

“Pak, bolehkah saya mencoba membentuk gerabah?” pinta Lani kepada salah satu pengrajin.

“Memangnya kamu bisa, Lani?” goda Ayah Lani.

“Ah, Ayah, semuanya kan perlu dicoba. Soal hasilnya, dipikir belakangan, ’ canda Lani.

“Kalu Adik mau mencobanya, silahkan. Saya akan dengan senang hati membantu Adik,” kata Pengrajin.

“Terima kasih banyak, Pak,” kata Lani.

Lani pun mencoba membuat dan membentuk gerabah dari adonan tanah liat yang sudah disiapkan. Pada percobaan pertama gagal. Lani mencoba lagi. Untuk kali ini Lani lebih berhati-hati. Dia mengikuti semua petunjuk yang diberikan oleh salah seorang pengrajin. Pada percobaan kali ini meskipun belum berhasil juga namun sudah menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan percobaan sebelumnya. Pengrajin pun terus memberikan semangat kepada Lani. Lani pun makin terpacu mencoba dan mencoba lagi. Hingga pada akhirnya Lani mengalami kelelahan. Namun, Lani belum juga berhasil membuat gerabah yang bagus.

“Dik Lani, tahukah kamu penyebab kamu gagal membuat gerabah yang bagus? Ya, karena tangan dan kakimu kurang terampil. Pergelangan tangan dan jari jemarimu masih terlalu kaku dalam membentuk gerabah. Adapun kakimu kurang kuat dalam memutar alatnya,” jelas Pengrajin.

“Oh, begitu ya, Pak. Ternyata ada pengaruhnya juga ya kemampuan dan keterampilan tulang dan otot untuk menghasilkan gerabah dengan bentuk yang bagus,” kata Lani.

“Oh betul sekali, Lani. Dalam setiap bidang diperlukan kemampuan dan keterampilan. Misalnya, pengrajin yang terampil akan dapat menghasilkan gerabah yang berkualitas dan bernilai seni yang tinggi. Petani yang terampil akan dapat menghasilkan panenan yang melimpah. Atlet yang terampil akan terus berprestasi,” jelas Ayah Lani.

Baca Juga  Jawaban Bacaan Tong Sampah Gotong Royong Kelas 4

“Lani, juga perlu diingat bahwa setiap gerakan dalam setiap kegiatan yang kita lakukan harus kita lakukan dengan benar. Agar tidak terjadi gangguan atau kelainan pada organ gerak kita, jangan melakukan kegiatan-kegiatan yang terlalu membebani kerja organ gerak tubuh kita. Tubuh kita juga tidak boleh terlalu dipaksakan untuk bekerja sepanjang waktu. Adakalanya tubuh kita, terutama organ gerak memerlukan waktu untuk istirahat. Saatnya bekerja kita harus bekerja dengan benar. Pada saat istirahat kita juga harus beristirahat dengan benar pula,” kata Pengrajin.

“Coba kamu perhatikan pengrajin tua itu. Kasihan sekali, tubuhnya sekarang bungkuk. Pada saat mudanya dulu dia terus memaksakan tubuhnya untuk bekerja tanpa mempedulikan waktu beristirahat. Sejak muda dia sudah jadi pengrajin gerabah, waktunya dihabiskan untuk selalu duduk membungkuk membentuk gerabah-gerabah pesanan. Dia pengrajin yang rajin dan pekerja keras, namun sayangnya dia melupakan waktu untuk beristirahat. Pada akhirnya, kini tubuhnya menjadi bungkuk,” kata pengrajin.

“Benar sekali, Lani. Tulang pengrajin itu telah mengalami kelainan atau gangguan, sehingga tidak bisa lagi bekerja sebagaimana mestinya, ” tambah Ayah Lani.

Baca Juga :

Macam-macam Kelainan pada Organ Gerak Pasif (Tulang)

Fraktura/Patah Tulang

Kelainan pada tulang akibat kecelakaan, baik kendaraan bermotor atau jatuh. Dibedakan menjadi 2 yaitu fraktura yang tertutup (patah tulang yang tidak sampai merobek kulit/otot) dan fraktura yang terbuka (patah tulang yang merobek/ menembus kulit/otot).

Osteoporosis

Kelainan pada tulang yang disebabkan karena adanya pengeroposan tulang. Hal ini karena tubuh sudah tidak mampu lagi menyerap dan menggunakan kalsium secara normal.

Fisura/Retak Tulang

Kelainan tulang yang menimbulkan keretakan pada tulang akibat kecelakaan.

Lordosis

Kelainan tulang karena sikap duduk yang salah sehingga tulang belakang melengkung pada daerah lumbalis. Hal ini akan mengakibatkan posisi kepala tertarik ke belakang.

Skoliosis

Kelainan tulang karena sikap duduk yang salah sehingga tulang belakang melengkung ke arah sampng. Hal ini akan menyebabkan badan akan bengkok membentuk huruf “S”.

Kifosis

Kelainan tulang karena sikap duduk membungkuk sehingga tulang belakang membengkok ke belakang.

Baca Juga :

Ayo Berkreasi

Coba kamu amati kembali gambar tentang kelainan organ gerak manusia di atas, terutama lordosis, skoliosis, dan kifosis. Amatilah bentuk tulangnya dari masing-masing gambar tersebut. Kemudian buatlah model sederhananya dengan menggunakan tanah liat.

Langkah kerja:

1. Siapkan tanah liat dan air.
2. Campur dan aduklah tanah liat dengan air.
3. Remas-remas atau injak-injaklah tanah liat yang sudah tercampur air tersebut dan pastikan sampai lengket. Jangan sampai encer atau masih terlalu kasar.
4. Bentuklah adonan tanah liat tersebut menyerupai tokoh manusia yang mengalami kelainan tulang lordosis, skoliosis, dan kifosis.
5. Setelah terbentuk, keringkan dengan mengangin-anginkannya. Jangan dijemur langsung di bawah terik matahari, karena akan menyebabkan terjadinya retakan dan pecah.
6. Setelah kering, bersihkan dan berilah warna yang sesuai.

Baca Juga  Jawaban Bacaan Pawai Budaya Kelas 4 Tema 1

Semua organ dalam tubuh kita, termasuk organ gerak harus terus kita jaga. Kita harus selalu memerhatikan setiap gerakan yang kita lakukan. Setiap gerakan harus kita lakukan dengan benar untuk menghindari terjadinya gangguan dan kelainan pada organ gerak kita, khususnya tulang.

Posisi dan Sikap Duduk yang Benar dan Sehat

Kadang saya merasa heran dengan Pak John yang sering mengeluh punggungnya nyeri dan pegal. Padahal setahu saya, Pak John tidak pernah bekerja berat. Jabatan di kantornya pun cukup tinggi, sebagai manager pemasaran. Pak John sering menghabiskan waktu kerjanya dengan duduk.

Pada suatu sore, Pak John mengeluh lagi tentang sakitnya. “Bu Catrine kenapa ya punggung saya sering pegal dan nyeri. Setiap kali duduk di kursi saya merasa tidak nyaman. Badan saya sering pegal dan nyeri, tidak hanya di punggung saja, namun juga di bahu dan leher. Apa mungkin karena posisi duduk saya yang tidak benar, ya?” kata Pak John. Keluhan ini sebenarnya juga banyak dialami oleh para eksekutif dan pekerja kantoran.

Berbagai posisi tubuh yang tidak tepat dapat mengakibatkan otot-otot tertentu bekerja secara berlebih. Misalnya saat duduk menulis, bekerja di depan komputer dengan posisi duduk yang tidak tepat, kebiasaan menelpon dengan menjepit telepon di antara kuping dan bahu. Hal-hal semacam inilah yang mengakibatkan munculnya keluhan-keluhan seperti apa yang dialami oleh Pak John.

Tulang punggung merupakan bagian tubuh yang memiliki peranan besar dalam menjaga kestabilan tubuh. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian aktivitas sehari-hari kita dilakukan dengan posisi duduk, sehingga sangatlah penting untuk mengetahui posisi duduk yang benar untuk menjaga kesehatan tulang punggung kita.

Lalu bagaimanakah posisi duduk yang benar untuk mencegah terjadinya nyeri dan pegal pada punggung, bahu, dan leher itu? Posisi dan sikap duduk yang benar itu adalah posisi dan sikap duduk yang ergonomis. Pada saat duduk, usahakan posisi kepala berada segaris dengan tubuh dan menghadap ke depan. Bahu rileks dengan lengan berada pada kedua sisi tubuh. Siku menempel pada tubuh dan menekuk membentuk sudut 90-120 derajat. Punggung harus ditopang secara penuh dengan penopang pada saat tegak, atau sedikit bersandar. Posisi paha dan panggul ditopang oleh dudukan kursi dan sejajar dengan lantai. Sedangkan lutut setinggi panggul, membentuk sudut 90 derajat.

Meskipun sudah dapat melakukan posisi dan sikap duduk ergonomis, namun juga tidak boleh duduk dengan jangka waktu yang lama. Oleh karena itu seringlah beranjak atau sekedar mengubah posisi. Jika diperlukan, lakukan gerakan peregangan, agar otot-otot kembali lemas dan tidak terjadi kekakuan.

Baca Juga  Bocah Terkuat di Dunia Pecahkan Rekor Kelas 5 Tema 1

Selain itu, pada saat duduk jika ingin mengambil sesuatu yang berada di belakang, jangan sampai memuntir punggung. Sebaiknya putarlah keseluruhan tubuh sebagai satu kesatuan.

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga dapat menjaga kesehatan tulang kita. Meskipun kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda, namun paling tidak kita harus minum minimal 6 gelas sehari. Hal ini berfungsi untuk menjaga kelembaban otot dan tulang sehingga dapat dengan rileks melakukan fungsinya.

Ada yang tidak kalah pentingnya lagi, yakni pilihlah meja dan kursi yang tepat pula. Dengan demikian akan terhindar dari timbulnya rasa nyeri dan pegal setelah duduk.

Sumber: https://teguhiw.me.wordpress.com

Berdasarkan bacaan di atas, temukan ide pokok masing-masing paragrafnya.

Ide Pokok Paragraf 1 : Pak John yang sering mengeluh punggungnya nyeri dan pegal.

Ide Pokok Paragraf 2 : Pak John mengeluh lagi tentang sakitnya

Ide Pokok Paragraf 3 : Hal-hal yang mengakibatkan munculnya keluhan sakit di punggung

Ide Pokok Paragraf 4 : Tulang punggung memiliki peranan besar dalam menjaga kestabilan tubuh

Ide Pokok Paragraf 5 : Posisi dan sikap duduk yang benar

Ide Pokok Paragraf 6 : tidak boleh duduk dengan jangka waktu yang lama

Ide Pokok Paragraf 7 : cara untuk mengambil sesuatu yang berada di belakang

Ide Pokok Paragraf 8 : cara menjaga kesehatan tulang

Ide Pokok Paragraf 9 : pemilihan meja dan kursi yang tepat

Kamu sudah membaca bacaan di atas, bukan? Tentunya kamu sudah memahami isi bacaan tersebut.

Bacaan di atas bisa disajikan ke dalam bentuk komik agar lebih menarik. Perhatikan contoh berikut.

Baca Juga :

Lantas, apakah komik itu?

Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak dan disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Teks dalam komik berfungsi untuk menjelaskan, melengkapi, dan memperdalam penyampaian gambar secara keseluruhan. Teks atau kata-kata biasanya disajikan dalam gelembung-gelembung yang diserasikan dengan gambar.

Sekarang giliranmu. Buatlah komik dengan memilih salah satu tema berikut ini.

1. Sikap dan posisi membaca yang benar
2. Proses pembuatan gerabah
3. Berolahraga

Baca Juga :

Kesimpulan

Demikianlah tadi pembahasan Kelainan Organ Gerak Pasif (Tulang) Kelas 5 Tema 1 subtema 3 pembelajaran 2. Menarik Bukan. Banyak pengetahuan yang kita pelajari hari ini yaitu tentang Macam-macam Kelainan pada Organ Gerak Pasif (Tulang) Posisi dan Sikap Duduk yang Benar dan Sehat. Selain itu kita juga belajar tentang seni komik atau cerita bergambar. Nah agar tidak ketinggalan materinya, nantikan di bloggers.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *