Mencegah Marah saat Mendampingi Anak Belajar Daring?

Mencegah Marah saat Mendampingi Anak Belajar Daring?

Hai ayah bunda, Pandemi Covid-19 membuat kita semakin tertekan, Himbauan Pemerintah untuk belajar dirumah tentunya membawa dampak tersendiri di kehidupan ayah dan bunda beserta ananda dirumah bukan? Ayah dan bunda akan semakin dekat dengan ananda, karena kuantitas waktu yang dihabiskan bersama dengan ananda semakin banyak. Namun, tekanan covid-19, keuangan dan hal-hal lain yang diakibatkan oleh pandemi ini akan membuat kita mudah terserang stress sehingga akan membuat kita mudah marah. Baiklah, artikel ini akan membahas cara Mencegah Marah saat Mendampingi Anak Belajar Daring, yang bloggers lansir dari laman resmi unicef.org.

Berikut cara mencegah marah saat mendampingi anak pada saat belajar daring

Ambil Nafas

Kadang saat kita mendampingi anak belajar dirumah, sesekali kita menjumpai anak berperilaku kurang baik. Kita harus memahami  bahwa semua anak pernah berperilaku kurang baik .Hal ini sangat wajar,apalagi ketika anak lelah, lapar, takut, atau sedang belajar mandiri. Lagipula, anak-anak pun akan merasa bosan karena harus terus-menerus berada di dalam rumah. Lantas, apakah kita boleh marah sebagai orang tua? Frustrasi? Wajar ayah, bunda.  Kita pun butuh jeda, ambil nafas selama sepuluh detik. Hirup dan hembuskan napas dengan perlahan sebanyak lima kali. Setelah itu, hadapi situasi tersebut dengan lebih tenang.

Baca Juga: Penyakit pada Sistem Pernapasan Kelas 5 Tema 2

Hentikan aliran sumbernya

Marah menurut KBBI berarti perasaan sangat tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya, dan sebagainya); berang; gusar. Perasaan ini timbul pasti ada sebabnya. Hal yang sama biasanya terjadi karena sebab yang berulang-ulang. Coba ayah dan bunda cari tahu apa yang membuat ayah dan bunda marah? Kapan rasa marah itu timbul? Dan bagaimana biasanya ayah dan bunda bereaksi.

Penelitian mengenai otak menunjukkan jika anda mengendalikan kemarahan atau melakukan sesuatu yang positif, maka anda juga sedang mendukung perkembangan otak anda

Itu terbukti berhasil

Ayah dan bunda harus mencegah hal tersebut sedari awal. Jika itu terjadi saat ayah dan bunda merasa lelah setelah bekerja, cobalah istirahat sejenak agar ayah dan bunda merasa segar dan siap membimbing anak dalam belajar. Jika ayah dan bunda merasa lapar, cobalah mencari makanan  untuk dimakan. Jika merasa sendirian, ayah dan bunda bisa mengajak anak untuk bermain bersama sehingga ayah dan bunda tidak merasa sendirian. Intinya ayah dan bunda harus mengetahui apa sih yang membuat kita marah dan segera mencari solusinya sedari awal. Cobalah mengelola stress yang timbul saat pandemi ini terjadi

Baca Juga  Batubara Sebagai Sumber Energi Kelas 4 Tema 2

Istirahat

Jika Ayah dan bunda mempunyai tempat favorit untuk menenangkan diri, ayah dan bunda bisa pergi ke tempat tersebut selama 10 menit. Hal tersebut diperlukan untuk mengembalikan kendali atas emosi ayah dan bunda loh. Paling tidak ayah dan bunda bisa pergi  ke halaman untuk menghirup udara dan melakukan kegiatan untuk menstabilkan emosi sebelum mendampingi anak dalam belajar.

Baca Juga: Jawaban Cerpen Tanggung Jawab Ade Kelas 5 Tema 2

Jika anak tidak berhenti menangis, ayah dan bunda bisa meminta satu sama lain untuk bergantian dalam mendampingi anak dalam belajar. Ayah dan bunda bisa meluangkan waktu untuk melakukan hal positif lainnya. Cek Kondisi anak setelah 10 atau 15 menit sekali atau bergantian dengan satu sama lain.

Jaga Kondisi

Ayah dan bunda bisa berbicara satu sama lain atau bercerita dengan keluarga, kolega atau rekan kerja. Hal ini diperlukan agar tetap mendukung kondisi mental ayah dan bunda.  Benda benda yang mudah dijangkau untuk memukul anak sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu ketika ayah dan bunda sedang mendampingi anak. Saling support dalam keluarga akan selalu menjadi hal yang baik agar kondisi kita tetap terjaga pada masa pandemic covid-19 ini. Bersikaplah terbuka dan dengarkan anak-anak. Anak mencari orang tua dan pengasuh untuk mendapatkan dukungan dan ketenangan. Simak cerita mereka. Terima perasaan mereka dan berikan mereka rasa nyaman. Hal tersebut juga berlaku kepada ayah dan bunda ya.

Baca Juga:Aplikasi Untuk Belajar Daring di Masa Pandemi

Kesimpulan

Masa pandemi ini pasti akan berakhir tetap jaga kondisi agar kita  bisa melaluinya dengan baik.  Jalani waktu dengan baik, saling support agar kita semua terhindar dari stress. Demikianlah artikel Cara Mencegah Marah saat Mendampingi Anak Belajar Daring. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca Juga  5 Tips Kembali Berbisnis di 2021! Ayo Coba

Sumber : unicef.org

YCP-SO

One comment

  1. Kalo menurut pendapat saya pribadi sih pembelajaran untuk anak yang masih SD atau SMP kurang efisien jika menggunakan sistem daring, karena dalam kebanyakan kondisi orang tua harus bekerja mencari nafkah untuk keluarga dan anak (bagi sang ayah), dan juga harus memasak (bagi sang ibu). Pengetahuan dari orang tua juga kadang tidak seluas seperti guru yang mengajar, misalnya ketika daring mata pelajaran MTK, tidak banyak orang tua memahami semua metode berhitung seperti SIN COS TAN, AKAR, faktor dan kelipatan, sifat operasi hitung bilangan, pengukuran, jajaran genjang dan segitiga, operasi hitung bilangan bulat, bilangan pecahan, bilangan romawi ataupun bangun ruang. Kendala yang seperti itulah yang kadang membuat orang tua jengkel dan memancing emosi dan ingin marah saat mendampingi anak belajar.

    Selain itu, tugas dari guru cuma dishare via WA Grup saja, lalu dikerjakan oleh murid dan dikirim ulang ke gurunya jika sudah selesai. Hal ini tentunya juga menambah pekerjaan orang tua karena masih banyak anak-anak yang perlu diajari bagaimana cara memotret tugas dan mengirimkannya ke guru.

    Ada pendapat yang mengatakan bahwa hal ini juga termasuk pembodohan secara halus, jika orang tua saja sudah diperbolehkan NEW NORMAL dengan diperbolehkannya bekerja dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (seperti : menggunakan masker dan cuci tangan) mengapa anak-anak masih belum diperbolehkan sekolah dengan syarat menerapkan protokol kesehatan juga?

    Jika saja anak-anak diperbolehkan sekolah dengan syarat menerapkan protokol kesehatan di sekolah maka hal ini bisa mengurangi beban orang tua dalam mengajar anak. Karena jika dilihat dari sistem daring yang diterapkan tersebut maka orang tua sudah kuwalahan tenaga dan biaya. Bayangkan, guru hanya duduk manis dan memberikan tugas via online, namun yang mengajar anak sepenuhnya adalah orang tua, dan orang tua masih harus membayar guru yang kerjaannya cuma duduk dan ngasih kerjaan via online.

    jadi, alangkah baiknya jika anak-anak juga di NEW NORMAL kan, yaitu tetap bisa sekolah namun dengan syarat menerapkan protokol kesehatan. ..sekian dan terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *