Gangguan atau Penyakit Otot Manusia Kelas 5 Tema 1

Bloggers.id – Gangguan atau Penyakit Otot Manusia Kelas 5 Tema 1  – hai sobat bloggers, kali ini kita akan membahas jawaban buku tema kelas 5 tema 1 subtema 3 pembelajaran 5. Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Dengan mengetahui berbagai kelainan dan gangguan pada otot manusia beserta penyebabnya, kita jadi bisa lebih berhati-hati dalam melakukan setiap gerakan dalam suatu kegiatan. Ingin tahu apa saja gangguan yang terjadi pada otot kita? yuk kita simak pembahasannya!

Lani dan ayahnya masih berada di tempat produksi gerabah. Ada satu yang menarik perhatian Lani. Lani pun mencoba mencari tahu.

“Kak, bentuk gerabahnya unik sekali. Gerabah ini berbeda dari yang lainnya.” ujar Lani penasaran.

“ Oh iya, Dik. Gerabah ini sengaja dibuat berbeda dengan bentuk yang tidak biasa,” jawab Kak Sholeh, pengrajin gerabah.

“Kalau tidak salah bentuknya mirip piala. Di atasnya ada yang berbentuk bola,” tebak Lani.

“Benar, sekali, Dik. Memang ini adalah piala yang akan diberikan kepada juara pertama turnamen bola voli tingkat kecamatan,” kata Kak Sholeh.

“Tapi kenapa harus dari gerabah, Kak?” tanya Lani.

“Ya, karena gerabah telah menjadi ciri khas dan identitas kecamatan ini. Lebih dari 60% masyarakat bermatapencaharian di bidang gerabah, mulai dari pekerja, pedagang, sampai pengusahanya,“ jawab Kak Sholeh.

“Oh begitu. Bagus sekali, Kak,” puji Lani.

“Oh iya, apakah kakak juga bisa bermain bola voli?” tanya Lani.

“Kebetulan kakak adalah kapten tim bola voli kecamatan. Oleh karena itu kakak juga menjadi panitia turnamen bola voli kali ini,” jawab Kak Sholeh

“Wah, hebat sekali,” kagum Lani.

“Berarti, kakak selalu menyiapkan kondisi tubuh jika sewaktu-waktu harus ikut bermain bola voli?” tanya Lani.

“Iya, Lani. Kakak tetap rajin berolah raga untuk menjaga kelenturan otot-otot seluruh anggota badan agar tidak mengalami cidera pada saat kakak bemain bola voli.

Baca Juga : Kejayaan Bahari Masa Lalu Kelas 5 Tema 1

Macam-Macam Kelainan, Gangguan atau Penyakit Otot Manusia

Hipertrofi

Kelainan otot yang membesar dan menjadi lebih kuat karena sel otot diberikan kegiatan/aktivitas yang terus-menerus secara berlebihan.

Atrofi

Kelainan otot yang mengecil, lemah, fungsi otot yang menurun. Hal ini disebabkan adanya penyakit polimielitis yang dapat merusakkan sel saraf pada otot.

Baca Juga  Bacaan Ade Rai Binaragawan Perkasa Indonesia kelas 5

Stiff/kaku leher

Kelainan otot karena adanya peradangan otot trapesius leher akibat gerakan yang menghentak secara tiba-tiba/salah gerak.

Tetanus

Kelainan otot yang disebabkan adanya infeksi bakteri Clostridium tetani. Tetanus menyebabkan otot menjadi kejang-kejang.

Coba kamu amati kembali gambar tentang kelainan organ gerak manusia di atas. Amatilah salah satu gambar kelainan otot. Kemudian buatlah model sederhananya dengan menggunakan tanah liat.

Langkah kerja:

1. Siapkan tanah liat dan air.

2. Campur dan aduklah tanah liat dengan air.

3. Remas-remas atau injak-injaklah tanah liat yang sudah tercampur air tersebut dan pastikan sampai lengket. Jangan sampai encer atau masih terlalu kasar.

4. Bentuklah adonan tanah liat tersebut menyerupai tokoh manusia yang mengalami kelainan tulang lardosis, skoliosis, dan kifosis.

5. Setelah terbentuk, keringakan dengan menganginanginkannya. Jangan dijemur langsung di bawah terik matahari karena akan menyebabkan terjadinya retakan dan pecah.

6. Setelah kering bersihkan dan berilah warna yang sesuai.

Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Dengan mengetahui berbagai kelainan dan gangguan pada otot manusia beserta penyebabnya, kita jadi bisa lebih berhati-hati dalam melakukan setiap gerakan dalam suatu kegiatan.

Baca Juga : Kelainan Organ Gerak Pasif (Tulang) Kelas 5 Tema 1

Salah Bantal

Sudah dua hari ini, leherku sakit. Kepalaku tidak bisa menengok ke arah kanan secara lurus atau ke belakang. Setahuku, ini penyakit “salah bantal”.

Apa itu salah bantal? Ketika bangun tidur, ada orang yang pernah mengeluh lehernya sakit dan tidak bisa digerakkan. Bisanya hanya menoleh ke sisi tertentu saja, ke kanan atau ke kiri. Keluhan tersebut kerap kali diistilahkan sebagai leher tengeng atau nyeri leher.

Menurut Dr. Melya Wariyanto, Sp.AK., salah bantal adalah suatu penyakit yang sering terjadi pada saat bangun tidur dimana leher terasa kaku dan tidak bisa digerakkan ke kanan dan ke kiri. Penyakit ini sebenarnya disebut dengan tortikolis. Tengeng atau tortikolis adalah penyakit dimana posisi dagu tidak sejajar dengan tulang dada paling atas dan depan. Dagu hanya bisa miring ke kiri dan ke kanan.

Kejadian ini bisa terjadi dan dialami oleh siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, maupun orang tua. Rasa nyeri pada leher ini bisa berdampak pada terganggunya aktivitas sehari-hari. Pada sebagian kasus, hal ini sering kali tidak dipermasalahkan atau dikhawatirkan, akan tetapi tidak sedikit pula orang yang menjadikan kondisi ini sebagai suatu keadaan yang sangat mengganggu.

Baca Juga  Jawaban Karakteristik Hewan Berdasarkan Tempat Tinggal Kelas 4

Penyebab tortikolis adalah salah posisi tidur, bantal yang terlalu tinggi, bantal yang kaku, sehingga pundak menjadi pegal dan kaku, leher terkilir, tengkuk dan leher terpapar angin dan dingin. Selain itu, juga disebabkan oleh cedera atau terkilir pada otot leher dan tulang rawan, sendi dan reumatism otot leher.

Nyeri leher juga bisa muncul karena aktivitas terus-menerus yang dilakukan dalam waktu yang lama, salah posisi duduk, dan terjadi kecemasan atau stres. Oleh karena itu kita harus selalu memperhatikan aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Kita juga harus berhati-hati dalam melakukan gerakan yang memanfaatkan kerja otot dan tulang.

Semua orang bisa mengalami nyeri. Hal ini disebabkan karena postur tubuh manusia yang berjalan tegak lurus. Posisi kepala di atas ditunjang oleh otot-otot leher dan tulang belakang. Jika otot-otot penyangga kepala tidak kuat dan tidak berada dalam posisi yang baik, maka bagian atas dari tulang belakang akan mudah tertarik dan menimbulkan nyeri. Penyakit ini juga dapat memberikan gejala seperti sakit kepala dan rasa aneh saat menggerakkan kepala.

Apabila sudah terkena salah bantal sebaiknya segera diobati, dengan cara dipijat. Namun, dalam memijat harus dilakukan secara hati-hati, jangan sampai justru menimbulkan masalah lain, seperti salah urat. Pengobatan ini harus segera dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain dengan memijat, sakit nyeri pada otot leher dan otot-otot pada bagian tubuh lainnya dapat diobati dengan menggunakan obat-obatan khusus untuk otot. Banyak macam dan jenis obat untuk sakit otot, ada obat alami dan ada pula obat kimia. Kita pun juga dapat melakukan perawatan sendiri di rumah, misalnya dengan mengompres, menempelkan koyo hangat, dan mandi air hangat.

Bagaimana cara agar terhindar dari penyakit salah bantal? Caranya sebagai berikut.

1. Posisi tidur harus nyaman.
2. Jangan menggunakan bantal yang terlalu tinggi dan keras.
3. Jangan tidur dengan memakai kipas angin yang langsung menghadap tubuh.
4. Pada saat tidur, sebaiknya tidak satu posisi saja, bisa miring atau terlentang.
5. Tidur jangan di atas kasur yang keras.

Berdasarkan bacaan di atas, temukan ide pokok masing-masing paragraf.

Ide Pokok Paragraf 1 : penyakit “salah bantal

Ide Pokok Paragraf 2 : Keluhan yang kerap diistilahkan sebagai leher tengeng atau nyeri leher

Ide Pokok Paragraf 3 : salah bantal Menurut Dr. Melya Wariyanto, Sp.AK., disebut dengan tortikolis

Ide Pokok Paragraf 4 : penderita tortikolis atau sakit salah bantal atau leher tengeng

Ide Pokok Paragraf 5 : Penyebab tortikolis

Ide Pokok Paragraf 6 : Nyeri leher juga bisa muncul karena aktivitas terus-menerus yang dilakukan dalam waktu yang lama, salah posisi duduk, dan terjadi kecemasan atau stres

Ide Pokok Paragraf 7 : Semua orang bisa mengalami nyeri

Ide Pokok Paragraf 8 : Apabila sudah terkena salah bantal sebaiknya segera diobati, dengan cara dipijat

Ide Pokok Paragraf 9 : cara lain mengobati penyakit salah bantal

Ide Pokok Paragraf 10 : Bagaimana cara agar terhindar dari penyakit salah bantal

Kamu telah mengetahui beberapa aktivitas dan gerakan yang salah dapat menyebabkan gangguan pada otot manusia. Sekarang coba pilihlah satu aktivitas atau gerakan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada otot manusia. Pilihlah aktivitas atau gerakan yang terjadi sehari-hari yang kamu atau atau orang-orang sekitarmu alami. Kemudian susunlah menjadi sebuah cerita dan sajikan ke dalam bentuk komik. Masih ingat apa itu komik?

Baca Juga  Mencegah Marah saat Mendampingi Anak Belajar Daring?

Baca Juga : Kapal Phinisi, Kapal Penjelajah Dunia Kelas 5 Tema 1

Agar dapat membuat komik dengan baik, selain kamu harus mengetahui arti komik, seperti yang sudah kamu pelajari sebelumnya, kamu juga harus tahu ciri-ciri komik yang baik.

Ciri-ciri komik:

1. Hadir untuk menyampaikan cerita

Pesan dan informasi disampaikan dengan menggunakan teks dan gambar.

2. Proporsional

Keberadaan gambar dan teks yang berimbang membuat pembaca komik seakan-akan terlibat dan berperan langsung ke dalam cerita.

3. Menggunakan bahasa percakapan

Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari yang mudah untuk dipahami.

4. Biasanya bersifat kepahlawanan

Umumnya isi cerita komik akan cenderung membuat pembaca mempunyai rasa atau sikap kepahlawanan.

5. Penggambaran watak secara sederhana

Penggambaran watak dalam komik dibuat secara sederhana agar pembaca mudah memahami isi cerita dan menangkap pesan yang akan disampaikan dalam cerita.

6. Menyediakan humor

Kata komik berasal dari komik yang berarti jenaka. Humor dalam komik disajikan secara lugas sehingga akan mudah dipahami pembaca dan biasanya humor yang disajikan sering terjadi dan ada di masyarakat.

Kesimpulan

Demikianlah tadi pembahasan Gangguan atau Penyakit Otot Manusia Kelas 5 Tema 1 subtema 3 pembelajaran 5. Menarik Bukan. Banyak pengetahuan yang kita pelajari hari ini yaitu tentang Gangguan, atau Penyakit Otot Manusia, Penyakit yang ditimbulkan karena gangguan otot dan juga cara membuat komik yang baik. Nah agar tidak ketinggalan materinya, nantikan di bloggers.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *